Tren Kafe Sasar Ruang Komunitas

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Tren Kafe Sasar Ruang Komunitas Pembukaan bagian baru Sinilagi.(Dok. MI)

KONSEP kafe sekarang tidak lagi hanya berfokus pada penyajian makanan dan minuman, tetapi juga menawarkan ruang nan dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Tren tersebut terlihat dari pembukaan bagian baru Sinilagi, sebuah jaringan kafe di area Senopati, Jakarta Selatan, nan mengusung konsep sebagai "ruang ketiga" alias tempat beraktivitas di luar rumah dan kantor.

Cabang keempat kafe tersebut mengusung tema A Neighborhood in the Making, dengan menghadirkan ruang nan diharapkan dapat menjadi bagian dari rutinitas visitor sekaligus mendorong terbentuknya komunitas.

Berada di area Senopati, kafe ini mengadaptasi konsep neighborhood cafe yang banyak ditemui di Copenhagen dan Los Angeles. Desainnya memadukan area dalam ruangan nan hangat dengan pencahayaan alami serta area luar nan terbuka, sehingga dapat digunakan untuk beragam aktivitas, mulai dari sarapan sebelum bekerja, bekerja secara fleksibel, hingga berkumpul berbareng family alias kawan pada sore hari.

"Kami mau Sinilagi menjadi tempat nan tidak sekadar dikunjungi, tapi tempat nan selalu mau disinggahi kembali. Senopati adalah neighborhood di Jakarta nan dinamis, dan kami mau menjadi bagian dari kehidupan di sini, bukan sekadar spot baru nan hanya viral sesaat," ujar Nadia Aliany dan Ronny, pasangan suami-istri, Founders Sinilagi, dikutip pada Kamis (16/7). 

Dari sisi menu, bagian terbaru ini tetap menghadirkan sejumlah sajian nan telah menjadi andalan, seperti bolo bun dan salt bread, disertai pilihan hidangan Asia modern nan menggabungkan cita rasa rumahan dengan sentuhan kekinian. Beragam minuman, termasuk kopi, juga tersedia untuk menemani beragam kebutuhan visitor sepanjang hari.

Dalam rangka pembukaan, pengelola turut menghadirkan sajian jenis terbatas berupa Salt Bread Ice Cream Sandwich melalui konsep pop-up bar. Menu tersebut mengombinasikan dua produk nan selama ini menjadi favorit pengguna dan hanya tersedia untuk waktu tertentu.

Pengelola menilai konsep nan diusung tidak semata-mata menawarkan tempat makan, melainkan menghadirkan pengalaman nan membikin visitor merasa nyaman untuk datang berulang kali. Filosofi nama kafe tersebut pun berangkat dari angan agar visitor menjadikannya sebagai tempat nan kembali dikunjungi lantaran suasananya, bukan sekadar mengikuti tren.

Konsep ruang nan dikembangkan diarahkan untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat perkotaan, mulai dari mengantar anak ke sekolah, berolahraga pada pagi hari, menggelar pertemuan informal, hingga bersantai setelah beraktivitas. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia