Transportasi Online Dinilai Jadi Penyangga Ekonomi RI, Ciptakan 2,9 Juta Pekerja

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sejumlah pengendara ojek online melintas di area Kuningan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyebut transportasi online membuka lapangan kerja bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, dia meminta ekosistem transportasi online perlu dijaga agar tetap tumbuh stabil.

Wijayanto mengatakan, di tengah persoalan struktural ekonomi nan tetap memerlukan waktu untuk dibenahi, sektor-sektor lain nan bisa menjadi penyangga ekonomi masyarakat juga perlu mendapat perhatian, salah satunya ialah sektor transportasi online.

“Ini memang sektor transportasi online itu sangat impactful, sangat influensial. Kami baru saja melakukan studi nan sangat komprehensif, sektor ini (transportasi online) menciptakan tenaga kerja langsung 2,9 juta, jika ditambah nan tidak langsung bisa 5,7 juta. Ini luar biasa pada saat masyarakat butuh daya beli, pada saat masyarakat butuh lapangan kerja,” ujar Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (18/4).

Menurut dia, akibat ekonomi sektor ride-hailing juga tidak hanya dirasakan secara langsung, tetapi sektor ini turut berkedudukan menghubungkan konsumen dengan UMKM, sehingga mendorong transaksi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin saat berbincang di program DIPTalk di Kantor kumparan, Jakarta, Selasa (6/1/2026) Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Dan nan kita tidak boleh lupakan adalah akibat ekonomi ride-hailing ini tidak hanya langsung, lantaran mereka juga menjadi konektor antara konsumen, kemudian UMKM, dan seterusnya, sehingga mereka menghubungkan konsumen dengan UMKM. Ada transaksi, ada supply, ada demand, ada aktivitas ekonomi, sehingga ini menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Wijayanto menilai pemerintah perlu menjaga agar ekosistem transportasi online tetap tumbuh semakin stabil. Ia mengingatkan, sektor ini mempunyai nilai lebih berupa elastisitas dan halangan masuk nan rendah, sehingga dapat menjadi ruang penghasilan bagi banyak golongan masyarakat.

Ia menyebut sektor ini dapat menampung masyarakat nan memerlukan penghasilan tambahan, termasuk ibu rumah tangga, orang tua tunggal, pekerja senior, maupun mereka nan memerlukan kerja dengan waktu nan lebih fleksibel.

“Nilai lebih dari sektor ini justru kudu dipertahankan, jangan dihilangkan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan nan rigid,” katanya.

video story embed

Wijayanto menambahkan, izin juga perlu memberi ruang bagi penemuan dan elastisitas agar sektor ini terus bertumbuh. “Kadang-kadang izin pemerintah itu tidak cukup sigap meng-capture alias memfasilitasi penemuan tersebut, jadi izin kudu fleksibel,” ucapnya.

Dia pun mengingatkan pentingnya kebijakan nan mendukung stabilitas dan fairness bagi ekosistem transportasi online agar sektor ini tetap menarik dan bisa terus bertumbuh ke depan.

“Jadi ini timing nan tepat bagi pemerintah untuk mewujudkan kebijakan nan pro stabilitas dan fairness ekosistem ini,” tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan