Jakarta -
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) raih penghargaan Green and Smart Port - ASRI 2026, predikat Terbaik Bintang 5, dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Penghargaan ini pengakuan atas keberhasilan menerapkan tata kelola pelabuhan nan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, transformasi digital, serta keselamatan operasional.
Penghargaan diserahkan Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, kepada Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada puncak Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 di Dermaga C Pelabuhan Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026).
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan penghargaan ini menjadi bukti transformasi nan dijalankan perusahaan beberapa tahun terakhir, bisa menghasilkan tata kelola pelabuhan nan tidak hanya efisien dari sisi operasional, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penghargaan ini hasil dari komitmen seluruh insan Pupuk Kaltim dalam membangun pelabuhan nan modern, aman, efisien, dan berkelanjutan. Kami meyakini, daya saing industri tidak hanya ditentukan kapabilitas produksi, tapi juga keahlian mengelola operasional secara bertanggung jawab melalui prinsip Environment, Social, and Governance (ESG)," ujar Rafli dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
Menurut Rafli, pengembangan pelabuhan di Terminal Khusus Pupuk Kaltim telah merujuk pada konsep Green Port sejak 2018, dengan beragam langkah strategis untuk mendukung transisi daya sekaligus menekan akibat lingkungan dari aktivitas operasional pelabuhan.
Salah satu konsentrasi utamanya, pemanfaatan daya terbarukan di area terminal unik sekaligus pengembangan ekosistem daya bersih di area perusahaan. Pupuk Kaltim juga memperkuat pengelolaan lingkungan melalui program konservasi hingga pelestarian keanekaragaman hayati dalam penerapan Green Port.
Saat ini, Pupuk Kaltim mengembangkan area konservasi rusa sambar, menjalankan program pelestarian terumbu karang, serta menjaga keberadaan tanaman endemik Anggrek Hitam nan menjadi ikon konservasi perusahaan.
Selain itu, area operasional pelabuhan juga didukung ruang terbuka hijau, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja nan lebih sehat sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem di sekitar area industri.
"Inisiatif ini juga bagian dari support terhadap program direktif Presiden RI Prabowo Subianto, melalui Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dalam memperkuat daya saing logistik nasional, khususnya di sektor pangan," ujar Rafli.
Lebih lanjut dijelaskan Rafli Yandra, keberhasilan Green Port juga kudu melangkah beriringan dengan transformasi digital agar bisa memberikan pelayanan nan semakin cepat, transparan, dan andal. Untuk itu Pupuk Kaltim turut mengembangkan konsep Smart Port, melalui digitalisasi proses upaya dan pemanfaatan teknologi info secara menyeluruh.
Salah satunya melalui penemuan iPortlog, sebuah aplikasi nan mengintegrasikan beragam jasa operasional pelabuhan. Lewat aplikasi ini, seluruh proses pelayanan kapal dapat dipantau secara real time, mulai dari aktivitas bongkar muat, pemanfaatan akomodasi pelabuhan, hingga beragam parameter keahlian operasional dan pengapalan.
Dashboard monitoring nan terintegrasi juga memungkinkan manajemen memperoleh info operasional secara sigap dan akurat, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih efektif, sekaligus meningkatkan koordinasi antar unit kerja.
"Melalui integrasi sistem seperti iPortlog, kami bisa meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, mempercepat proses bisnis, sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan dengan lebih transparan," jelas Rafli.
Seluruh transformasi tersebut tetap menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama. Pupuk Kaltim secara konsisten menerapkan standar keselamatan internasional, pengelolaan akibat nan sistematis, penyelenggaraan latihan tanggap darurat secara berkala, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar seluruh aktivitas pelabuhan melangkah kondusif dan andal.
"Ke depan, Pupuk Kaltim bakal terus mempercepat transformasi Green and Smart Port guna mendukung efisiensi operasional, dekarbonisasi, dan digitalisasi. Kami memastikan Terminal Khusus Pupuk Kaltim tidak hanya menjadi pelabuhan kelas dunia, tapi juga bisa memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing logistik nasional dan pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan," ujar Rafli.
Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengatakan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 menjadi tonggak krusial dalam transformasi pelabuhan nasional, menuju sistem logistik nan lebih ramah lingkungan, modern, dan berkelanjutan.
Pemerintah pun mendorong penerapan Gerakan ASRI tidak hanya diterapkan di sektor pelabuhan, tapi juga seluruh moda transportasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas jasa transportasi nasional.
"Apa nan kita lakukan hari ini merupakan salah satu milestone sangat krusial dan kami minta pelabuhan lain dapat segera mengikuti Gerakan ASRI. Sejalan dengan pengarahan Bapak Presiden, penerapan aktivitas ini ke depan tidak hanya mencakup sektor transportasi laut, tapi juga beragam moda transportasi lainnya," ujar Dudy.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan pelabuhan mempunyai peran strategis dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional.
Untuk itu, tantangan logistik ke depan tidak bisa lagi dihadapi dengan langkah konvensional, namun melalui transformasi berjenjang untuk memperkuat daya saing. Termasuk dalam mendukung kelancaran pengedaran pupuk untuk penguatan sektor pangan nasional.
"Dari upaya ini, pelabuhan tidak hanya menjadi prasarana logistik, tapi juga pilar krusial dalam mendukung ketahanan pangan. Dimana pelabuhan turut menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga, serta menjaga stabilitas pangan," tutur Zulkifli Hasan.
(anl/ega)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·