Jakarta -
Sistem pembayaran nasional diperkuat dengan pengembangan berbasis riset dan didukung rekomendasi kebijakan nan implementatif. Hal ini dilakukan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dan Yayasan Bina Astacita Center (BACenter) melalui nota kesepahaman.
Kerja sama ini menggabungkan kapabilitas Jalin dalam membangun dan mengelola prasarana sistem pembayaran nasional dengan kompetensi BACenter dalam riset ekonomi, kajian kebijakan, serta perumusan rekomendasi strategis. Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung beragam agenda pemerintah, mulai dari digitalisasi jasa publik, optimasi penerimaan negara dan daerah, efisiensi shopping pemerintah, penyaluran support sosial, hingga ekspansi inklusi keuangan.
Peningkatan transaksi digital mencerminkan semakin strategisnya peran sistem pembayaran dalam menopang aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Seiring dengan ekspansi peran tersebut, pengembangan program dan produk sistem pembayaran tidak cukup hanya mengandalkan teknologi nan andal, tetapi juga memerlukan landasan riset dan kebijakan nan bisa menjawab kebutuhan masyarakat, prioritas pemerintah, kesiapan industri, serta akibat ekonomi dan sosial nan mau dicapai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama Jalin Ario Tejo Bayu Aji mengatakan, kerjasama ini merupakan bagian dari upaya Jalin untuk memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung transformasi pelayanan publik dan agenda digitalisasi pemerintah.
"Pengembangan sistem pembayaran pemerintah tidak dapat hanya dimulai dari teknologi alias produk. Kita perlu memahami kebutuhan masyarakat, tujuan kebijakan pemerintah, kesiapan industri, serta akibat ekonomi dan sosial nan mau dicapai. Karena itu, riset dan kajian kebijakan menjadi fondasi krusial agar setiap solusi nan dikembangkan betul-betul tepat sasaran dan dapat diimplementasikan," kata Ario dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan semangat transformasi dan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk memperkuat kontribusi badan upaya milik negara terhadap pembangunan nasional. Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Jalin terus memperkuat perannya sebagai penyedia prasarana digital nan mendukung integrasi layanan, efisiensi proses bisnis, serta pembuatan nilai bagi negara.
Burhanuddin Abdullah menyatakan bahwa luasnya penggunaan sistem pembayaran oleh beragam lapisan masyarakat menjadikan sistem pembayaran sebagai bagian dari rencana hidup orang banyak. Kebijakan dan jasa sistem pembayaran perlu dirancang berasas data, bukti empiris, serta pemahaman nan menyeluruh terhadap kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
"BACenter mempunyai kapabilitas dalam riset dan kajian kebijakan, sementara Jalin mempunyai pengalaman, teknologi, dan jaringan di dalam sistem pembayaran nasional. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi nan aplikatif untuk mendukung program pemerintah serta memberikan faedah konkret bagi masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, kombinasi kompetensi kedua lembaga membuka kesempatan agar hasil kajian dapat dikembangkan dan diuji melalui model penerapan maupun proyek percontohan.
"Riset berkedudukan untuk memastikan suatu program tidak hanya baik secara konseptual, tetapi juga relevan, dapat dilaksanakan, dan menghasilkan akibat nan terukur. Melalui kerja sama ini, kami mau menghubungkan proses kajian dan perumusan kebijakan dengan pengembangan solusi serta implementasinya," kata Burhanuddin Abdullah.
Sinergi Jalin dan BACenter menegaskan pentingnya kerjasama antara pelaku industri dan lembaga kajian untuk mendukung transformasi sistem pembayaran nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan program strategis pemerintah sekaligus memperluas faedah digitalisasi bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia.
(ara/ara)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·