Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengungkapkan sebanyak tujuh jemaah haji Indonesia meninggal dunia. Sebagian besar diakibatkan serangan jantung dan radang paru-paru.
"Kami turut menyampaikan hingga saat ini total jemaah nan wafat sebanyak tujuh orang, di mana sebagian besar disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru,” ujar Maria dalam konvensi pers daring, Minggu (3/5).
Pemerintah pun memastikan hak-hak ibadah para jemaah nan telah wafat tetap terpenuhi, termasuk badal haji alias pengganti.
"Kita doakan semoga husnul khatimah dan juga family diberikan ketabahan. PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) menjamin badal haji bagi seluruh jemaah nan wafat. Kita doakan semoga almarhum sekali lagi mendapatkan husnulkhatimah,” katanya.
Maria pun menjelaskan bahwa jasa kesehatan bagi jemaah hingga sekarang tetap melangkah optimal di seluruh titik layanan.
"Kami turut menyampaikan gimana kemudian sisi jasa kesehatan nan hingga saat ini terus berjalan. Secara kumulatif total jemaah nan rawat jalan sebanyak 6.823 orang,” ungkap Maria.
“Sementara itu jumlah jemaah nan dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia alias KKHI sebanyak 117 orang, di mana jemaah nan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 141 orang,” lanjutnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini tetap ada 59 jemaah nan menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.
"Dan hingga saat ini untuk jemaah nan tetap dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 59 orang. Secara umum kondisi kesehatan jemaah ini tetap tetap terus terpantau dan juga mendapatkan pelayanan medis nan optimal baik di tingkat kloter, sektor, hingga kemudian akomodasi kesehatan rujukan,” pungkasnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·