Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan ledakan di penyimpanan amunisi TNI AD di Madiun terjadi saat proses pemeliharaan dan perawatan. Dalam kejadian tersebut, satu prajurit meninggal dunia.
"Tim investigasi ahli sudah dibentuk dari Mabes AD. Kegiatan ini merupakan pemeliharaan dan perawatan, dan memang sudah melalui prosedur nan bertindak serta protap nan telah dijalankan," kata Donny di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Kamis (16/7).
Donny menuturkan, saat ini tim investigasi tetap bekerja untuk memastikan penyebab ledakan tersebut.
"Investigasi dilakukan secara menyeluruh. Tidak ada pemisah waktu, tetapi kami bakal menyelesaikannya secepat mungkin," ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, satu prajurit meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·