Tiwi/Fadia Singkirkan Unggulan Korea, Modal Berharga Ukur Level di Indonesia Terbuka 2026

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Tiwi/Fadia Singkirkan Unggulan Korea, Modal Berharga Ukur Level di Indonesia Terbuka 2026 Tiwi/Fadia Singkirkan Unggulan Korea di Indonesia Terbuka 2026.(Dok. Media Indonesia)

AMALIA Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menilai kemenangan atas pasangan unggulan Korea Selatan Baek Ha Na/Lee So Hee pada babak pertama Indonesia Terbuka 2026 menjadi modal krusial untuk mengukur keahlian mereka bersaing di level elite dunia.

Pasangan dobel putri Indonesia Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti sukses menyingkirkan wakil Korea Selatan Baek Ha Na/Lee So Hee pada babak 32 besar Indonesia Terbuka 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6). Kemenangan tersebut diraih setelah Tiwi/Fadia bisa bangkit dari ketertinggalan pada gim penentuan.

Tiwi mengatakan konsentrasi pada setiap poin menjadi kunci keberhasilan mereka mengatasi tekanan sepanjang pertandingan, terutama saat tertinggal pada gim ketiga.

"Kunci kemenangan hari ini kita bermain konsentrasi point by point. Walaupun tadi set ketiga kita sudah ketinggalan, tapi kita nggak menyerah, kita cari jalan gimana untuk mengambil kembali poin dan konsentrasi untuk poin-poin berikutnya," ujar Tiwi.

Fadia mengakui pertandingan melangkah susah lantaran Baek/Lee merupakan musuh nan sudah tiga kali mereka hadapi. Namun, kemenangan pada pertemuan sebelumnya menjadi modal krusial untuk menjaga kepercayaan diri.

"Ya pastinya pertandingan kali ini tidak mudah, pertandingan cukup tough juga lantaran kita ini pertemuan ketiga kita. Terus nan terakhir kan kita ada modal menang ya di pertemuan sebelumnya. Jadi kunci kemenangan kita komunikasi dan saling percaya saja," kata Fadia.

Menurut Fadia, pasangan Korea Selatan itu tampil lebih sabar dibandingkan pertemuan sebelumnya. Di sisi lain, Tiwi/Fadia sempat terburu-buru pada awal gim ketiga sehingga tertinggal cukup jauh.

"Ya mungkin mereka mempelajari di game kedua, mereka mencoba untuk lebih sabar di dalam permainan mereka. Cuman kembali lagi tadi set ketiga kan kita sempat ketinggalan juga di game-game awal. Itu mungkin lantaran kita terlalu terburu-buru juga dan ya gimana ya rasanya mungkin ada beban juga lantaran sebelumnya kita menang," ucap Fadia.

Tiwi menambahkan mereka berupaya memanfaatkan pengalaman pertemuan sebelumnya untuk mengantisipasi perubahan pola permainan lawan.

"Karena ketemu mereka, ya kita pelajari dari permainan sebelumnya. Apa namanya, main tipenya seperti apa, dan kita terapkan di lapangan tadi. Kita juga kudu mempersiapkan jika ada perubahan-perubahan pola permainan seperti di game kedua dan di game ketiga tadi," tutur Tiwi.

Saat tertinggal pada awal gim ketiga, Tiwi menyebut mereka mencoba mengubah pendekatan permainan dengan tidak lagi terburu-buru mencari poin cepat.

"Untuk di game ketiga tadi di awal-awal itu saya juga ngerasa jika kita terlalu nafsu mau cepat-cepat matiin. Tapi setelah rupanya kita coba buat konsentrasi dan mencari celahnya, rupanya dapat poin dari situ, jadi penerapan di poin-poin berikutnya," katanya.

Dukungan penonton Istora juga disebut Fadia memberi tambahan motivasi saat mereka berada dalam situasi sulit.

"Untuk penonton sangat luar biasa ya. Tadi kan di awal kita kan sempat ketinggalan juga di set ketiga, cuman penonton tetap support kita, tetap ribut juga. Jadi ya itu modal juga buat kita untuk tetap semangat terus dan akhirnya kita bisa ambil game," ujar Fadia.

Pada babak 16 besar, Tiwi/Fadia bakal menghadapi pasangan Hong Kong. Tiwi mengatakan mereka bakal mempelajari rekaman pertandingan musuh untuk menyiapkan strategi terbaik.

"Untuk pertemuan besok, pertama kali saya dan Fadia berjumpa dengan pasangan Hong Kong ini. Tapi dari di pertandingan sebelumnya kita sudah pernah berlawanan dengan mitra nan sebelumnya. Jadi kemungkinan besar kita bakal mempersiapkan dari video-video mereka masing-masing," kata Tiwi.

Sementara itu, Fadia menegaskan sasaran jangka panjang pasangan nan sekarang berada di ranking 29 bumi tersebut adalah menembus level teratas dobel putri dunia.

"Ya targetnya secepatnya kita ada di top level ya. Ingin bersaing sama Baek/Lee, Liu/Tan, dan pair-pair nan lainnya. Karena kan kita juga tetap mengumpulkan ranking ya, lantaran kan kita ranking baru nih, ranking 29," pungkas Fadia. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia