Tito Siapkan Integrasi Sistem Kemendagri ke Satu Data Indonesia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan support penuh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap pembentukan sistem Satu Data Indonesia nan tengah dibahas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia.

Dia menjelaskan sebagai pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Kemendagri telah mengembangkan beragam sistem info digital untuk mendukung pengelolaan info pemerintahan dan pelayanan publik.

Salah satunya adalah Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) nan dikelola Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia memastikan info kependudukan dalam SIAK terus diperbarui secara bergerak seiring beragam peristiwa kependudukan nan terjadi setiap hari.

"Data nan bergerak bergerak setiap hari, ada nan lahir, ada nan wafat, ada nan pindah, ada nan berganti pekerjaan, kemudian juga ada nan menikah, ada nan pisah dan lain-lain itu otomatis di-input tiap hari," ujar Tito  dalam Rapat Kerja dengan Badan Legislasi DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7) dikutip dari siaran pers Puspen Kemendagri.

Selain SIAK, Tito mengatakan Kemendagri juga mengembangkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), serta sistem Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel).

Berbagai sistem tersebut dinilai krusial untuk mendukung penyusunan kebijakan berbasis info hingga tingkat desa.

Lebih lanjut, Mendagri menyampaikan bahwa selama ini integrasi info lintas kementerian dan lembaga telah melangkah melalui kerja sama. Karena itu, Kemendagri siap mengintegrasikan seluruh sistem nan dimilikinya ke dalam platform Satu Data Indonesia nan bakal dikembangkan pemerintah.

"Prinsip posisi dari Kementerian Dalam Negeri nan sudah melangkah baik mengintegrasikan sistem-sistem nan ada agar tidak terjadi sektoral dan tidak overlapping alias ada ruang kosong, maka kami siap untuk mengintegrasikan secara resmi," ujarnya.

Di sisi lain, dia juga menekankan pentingnya kesiapan prasarana teknologi info dalam penerapan Satu Data Indonesia.

Menurutnya, kapabilitas penyimpanan, bandwidth, dan keamanan siber kudu diperkuat agar sistem dapat melangkah optimal sekaligus melindungi info pribadi masyarakat.

"Kalau pengelolaan info tidak bisa untuk dijaga dan kemudian itu jatuh ke tangan publik alias nan info nan berkarakter tidak bisa di-share tapi kemudian bisa dijebol, [maka] itu mengandung akibat hukum," jelas laki-laki nan pernah menjadi Kapolri tersebut.

(kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional