Ilustrasi(magnific)
MEMASUKI masa libur sekolah, rencana rekreasi berbareng family sering kali menjadi agenda utama. Namun, di kembali keseruan menyusun rencana perjalanan, terdapat aspek krusial nan sering terabaikan, ialah kesehatan finansial rumah tangga. Perencana keuangan sekaligus Pendiri DNA Finance Indonesia, Aliyah Natasya, menekankan pentingnya pertimbangan menyeluruh sebelum family memutuskan untuk berlibur.
Menurut Aliyah, liburan bukanlah perihal nan dilarang dalam perencanaan keuangan. Persoalan utama biasanya muncul bukan pada aktivitas liburannya, melainkan pada langkah membiayainya. Ia menyarankan setiap family untuk melakukan "check-up" berdikari terhadap parameter finansial mereka sebelum memesan tiket pesawat alias akomodasi.
Syarat Mutlak Sebelum Berlibur
Aliyah menggarisbawahi dua perihal utama nan tidak boleh dikompromikan: dana darurat dan biaya pendidikan. Dana darurat kudu tetap utuh dan tidak boleh tersentuh untuk keperluan rekreasi. Selain itu, lantaran masa libur sekolah biasanya berdekatan dengan tahun aliran baru, biaya pendidikan anak kudu sudah diselesaikan terlebih dahulu.
"Bukan nyaris lunas alias sudah sebagian, biaya daftar ulang, seragam baru, dan kitab semester berikutnya kudu sudah terbayar penuh sebelum anggaran liburan disentuh," tegas Aliyah.
Tabel: Indikator Kesehatan Keuangan untuk Liburan
| Dana Darurat | Tersedia minimal 3-6 bulan pengeluaran rutin (100% utuh). |
| Biaya Pendidikan | Daftar ulang, seragam, dan kitab sudah lunas seluruhnya. |
| Rasio Utang | Total angsuran bulanan tidak melampaui 35% dari penghasilan. |
| Sumber Dana | Tabungan unik rekreasi, bukan dari pinjaman alias kartu kredit. |
Waspadai "Utang nan Dirayakan"
Salah satu peringatan keras nan disampaikan Aliyah adalah penggunaan jasa pinjaman duit daring (pinjol), fitur paylater, alias kartu angsuran nan tidak bisa dilunasi dalam satu siklus penagihan (billing cycle). Ia menyebut kejadian ini sebagai "utang nan dirayakan".
Jika beban utang saat ini sudah melampaui sepertiga dari pendapatan bulanan, Aliyah menyarankan agar rencana liburan besar ditunda. "Jika total angsuran bulanan Anda melampaui sepertiga penghasilan, maka liburan besar kudu masuk daftar tunggu, bukan daftar rencana," tambahnya.
Sebagai solusi jangka panjang, family nan sehat secara finansial idealnya telah menyiapkan pos anggaran unik rekreasi nan dikumpulkan secara berjenjang jauh-jauh hari. Dengan demikian, momen liburan dapat dinikmati sepenuhnya tanpa meninggalkan beban finansial alias gangguan pada kebutuhan pokok dan perlindungan family di masa mendatang. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·