Tips Investasi Aman di Tengah Gonjang-ganjing Pasar 2026

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Tips Investasi Aman di Tengah Gonjang-ganjing Pasar 2026

Chief Marketing Officer Nanovest, Jovita Widjaja Soal Investasi 2026. (Foto: Okezone.com/Nanovest)

JAKARTA — Investor disarankan menyesuaikan strategi investasi di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar pada 2026. Pemahaman terhadap profil akibat serta pemilihan aset nan tepat dinilai menjadi kunci untuk menghindari kerugian di tengah gejolak pasar global.

Chief Marketing Officer Nanovest, Jovita Widjaja, mengatakan penanammodal perlu memahami aset nan potensial dan sesuai dengan profil akibat masing-masing.

“Kalau risk profile Anda tidak cocok untuk high risk, jangan ikut-ikutan main kripto. Kenali dulu profil risikomu dan pilih aset nan aman,” ujar Jovita, Jumat (27/2/2026).

Menurut dia, tren investasi tahun ini tetap menunjukkan kekuasaan kripto. Namun, minat terhadap emas digital juga meningkat lantaran nilai emas condong naik di tengah ketidakpastian geopolitik.

“Banyak penanammodal mengakumulasi emas sekarang lantaran pasar dunia sedang bergoncang,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya diversifikasi sesuai profil risiko. Investor dengan toleransi perubahan tinggi dapat memanfaatkan mata uang digital sebagai aset pertumbuhan, sementara penanammodal konservatif bisa menempatkan biaya pada instrumen nan lebih stabil seperti emas alias deposito. Pendekatan ini membantu penanammodal tetap tenang meski pasar tidak stabil.

Tren perilaku penanammodal pun beragam. Investor saham tetap melakukan pembelian saham sembari mencoba instrumen lain sesuai profil akibat masing-masing.

“Ada nan mengakumulasi mata uang digital saat nilai turun, ada juga nan menunggu momentum,” kata Jovita.

Periode Kedewasaan Pasar 2026

Sejumlah analis menilai 2026 bakal menjadi periode kedewasaan pasar, ditandai dengan kombinasi antara aset pertumbuhan dan aset defensif.

Di pasar saham Amerika Serikat, sektor finansial seperti JPMorgan, Visa, dan Mastercard serta sektor teknologi seperti NVIDIA dan Microsoft diprediksi tetap menjadi motor pertumbuhan melalui monetisasi kepintaran buatan (AI) dan normalisasi aktivitas ekonomi.

Sementara itu, emas diproyeksikan tetap kuat alias higher for longer sebagai aset safe haven utama. Prospek tersebut didukung oleh potensi kebijakan pelonggaran suku kembang oleh Federal Reserve serta beragam inisiatif penguatan persediaan emas global.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com