Tips Franchise yang Perlu Diperhatikan Sebelum Investasi, Apa Saja?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

tips franchise – Memilih franchise bukan hanya soal menemukan brand nan terkenal alias upaya nan sedang populer. Sebelum mengeluarkan modal, calon penanammodal perlu memahami sistem bisnis, kebutuhan investasi, potensi pasar, support dari pemilik brand, hingga akibat nan mungkin muncul.

Karena itu, mengetahui tips franchise menjadi langkah krusial bagi siapa pun nan sedang mencari kesempatan upaya dengan sistem nan lebih terstruktur. Dengan melakukan pertimbangan secara menyeluruh, Anda dapat membandingkan beragam pilihan franchise dan menentukan upaya nan paling sesuai dengan modal, lokasi, serta tujuan investasi.

Lalu, apa saja nan perlu diperhatikan sebelum memilih franchise?

Apa Itu Franchise?

Franchise adalah model upaya ketika pemilik brand alias franchisor memberikan kewenangan kepada pihak lain alias franchisee untuk menggunakan merek, sistem operasional, produk, serta model upaya nan telah dikembangkan.

Model ini menjadi salah satu pilihan bagi calon pengusaha nan mau memulai upaya dengan konsep nan sudah tersedia. Dibandingkan membangun brand dari nol, franchise umumnya menawarkan sistem nan telah diuji, pedoman operasional, serta support tertentu dari pemilik brand.

Namun, setiap franchise mempunyai karakter nan berbeda. Karena itu, calon penanammodal tetap perlu melakukan pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

1. Pilih Bisnis nan Memiliki Pasar

Tips franchise pertama adalah memahami pasar dari upaya nan bakal dipilih.

Brand nan terkenal belum tentu mempunyai pasar nan kuat di setiap lokasi. Produk alias jasa nan diminati di satu kota belum tentu mempunyai tingkat permintaan nan sama di wilayah lain.

Sebelum memilih franchise, coba cari tahu:

  • Siapa sasaran konsumennya?
  • Seberapa besar kebutuhan terhadap produk alias jasanya?
  • Siapa kompetitornya?
  • Bagaimana tren industrinya?
  • Apakah upaya tersebut mempunyai kesempatan untuk memperkuat dalam jangka panjang?

Semakin jelas sasaran pasar nan dituju, semakin mudah Anda menilai apakah kesempatan upaya tersebut layak dikembangkan.

2. Hitung Total Modal, Bukan Hanya Harga Franchise

Salah satu kesalahan nan sering dilakukan calon penanammodal adalah hanya memandang nilai paket franchise.

Padahal, modal awal upaya dapat mencakup beragam kebutuhan, seperti:

  • biaya pembangunan alias renovasi;
  • peralatan;
  • persediaan produk;
  • sewa lokasi;
  • perekrutan karyawan;
  • pemasaran;
  • biaya operasional awal;
  • modal kerja;
  • biaya lainnya sesuai model bisnis.

Karena itu, hitung kebutuhan investasi secara keseluruhan.

Jangan lupa membandingkan total investasi dengan potensi pendapatan dan periode kembali modal. Dengan begitu, keputusan investasi tidak hanya berasas nomor paket awal.

3. Pelajari Sistem Operasionalnya

Franchise menawarkan sistem bisnis, bukan sekadar merek.

Sebelum mengambil keputusan, pelajari gimana upaya tersebut dijalankan sehari-hari. Apakah franchisor memberikan SOP? Bagaimana sistem pengadaan barang? Siapa nan mengelola stok? Bagaimana training karyawan? Bagaimana standar pelayanan ditentukan?

Semakin jelas sistem operasionalnya, semakin mudah calon penanammodal memahami apa nan bakal dijalankan setelah upaya dibuka.

Hal ini juga krusial bagi penanammodal nan tidak mau terlibat penuh dalam aktivitas operasional harian.

4. Periksa Dukungan dari Franchisor

Dukungan dari pemilik brand dapat menjadi salah satu aspek krusial dalam menjalankan bisnis franchise.

Cari tahu corak support nan diberikan, misalnya:

  • survei dan pemilihan lokasi;
  • desain outlet;
  • pelatihan karyawan;
  • SOP operasional;
  • supply produk;
  • sistem teknologi;
  • pemasaran;
  • monitoring performa outlet;
  • pendampingan setelah outlet berjalan.

Jangan hanya bertanya, “Berapa modal nan dibutuhkan?”

Tanyakan juga, “Apa nan saya dapatkan setelah melakukan investasi?”

Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat membantu Anda membandingkan satu kesempatan franchise dengan kesempatan lainnya.

5. Evaluasi Lokasi dan Potensi Penjualan

Lokasi mempunyai pengaruh besar terhadap performa upaya berbasis outlet.

Sebelum memilih lokasi, perhatikan akses, visibilitas, kepadatan aktivitas, karakter konsumen, keberadaan kompetitor, serta potensi traffic.

Sebuah franchise dengan brand kuat tetap memerlukan letak nan sesuai dengan sasaran pasarnya.

Karena itu, jangan terburu-buru memilih letak hanya lantaran nilai sewanya murah. Lokasi nan lebih mahal tetapi mempunyai potensi pasar nan lebih baik bisa saja memberikan hasil nan lebih optimal.

6. Pahami Perjanjian dan Skema Kerja Sama

Sebelum menandatangani perjanjian, baca seluruh ketentuan kerja sama dengan teliti.

Beberapa perihal nan perlu diperhatikan antara lain:

  • jangka waktu kerja sama;
  • biaya awal;
  • royalty fee;
  • revenue sharing;
  • kewajiban pembelian produk;
  • standar operasional;
  • penggunaan merek;
  • ketentuan perpanjangan;
  • ketentuan penghentian kerja sama;
  • pembagian tanggung jawab antara penanammodal dan franchisor.

Setiap brand mempunyai skema nan berbeda. Jangan membandingkan franchise hanya berasas nominal investasi tanpa memahami struktur kerja samanya.

7. Jangan Hanya Melihat Brand, Lihat Ekosistem Bisnisnya

Tips franchise berikutnya adalah memandang upaya secara lebih luas.

Brand nan kuat memang penting, tetapi keberhasilan outlet juga dipengaruhi oleh sistem, produk, lokasi, konsumen, operasional, pemasaran, dan keahlian brand beradaptasi.

Karena itu, sebelum mengambil keputusan, lihat apakah franchisor mempunyai ekosistem nan bisa mendukung pertumbuhan outlet dalam jangka panjang.

Bagaimana Cara Memilih Franchise nan Tepat?

Setelah mengetahui beragam tips franchise, langkah berikutnya adalah membikin perbandingan.

Anda dapat membikin daftar beberapa franchise nan menarik dan menilainya berasas beberapa indikator:

Faktor Yang Perlu Dievaluasi
Brand Popularitas dan reputasi
Pasar Target konsumen dan demand
Investasi Total kebutuhan modal
Operasional SOP dan sistem pengelolaan
Dukungan Pendampingan dari franchisor
Lokasi Traffic dan potensi pasar
Keuangan Potensi omset dan kembali modal
Kontrak Hak dan tanggungjawab kedua pihak
Risiko Tantangan dan kemungkinan kerugian
Pertumbuhan Potensi ekspansi jangka panjang

Dengan menggunakan parameter tersebut, keputusan investasi menjadi lebih objektif.

Apakah Franchise Cocok untuk Pemula?

Franchise dapat menjadi salah satu pilihan bagi pemula lantaran model bisnisnya sudah mempunyai struktur dan sistem nan dapat dipelajari.

Namun, franchise bukan berfaedah upaya tanpa resiko.

Investor tetap perlu memahami bahwa performa outlet dapat dipengaruhi oleh lokasi, kondisi pasar, pengelolaan operasional, daya beli konsumen, kompetisi, hingga perubahan tren.

Karena itu, franchise sebaiknya dipandang sebagai investasi pada sebuah sistem bisnis, bukan sebagai agunan keuntungan.

Franchise alias Kemitraan, Apa Bedanya?

Istilah franchise dan kemitraan sering digunakan untuk menggambarkan model kerja sama bisnis. Namun, sistem masing-masing brand dapat berbeda.

Ada upaya nan menggunakan skema franchise dengan franchise fee dan royalty fee. Di sisi lain, ada pula model kemitraan nan menggunakan revenue sharing alias struktur kerja sama lainnya.

Karena itu, jangan hanya memandang istilah nan digunakan. nan lebih krusial adalah memahami:

berapa investasi nan dibutuhkan, gimana pembagian hasilnya, siapa nan mengelola operasional, dan apa saja kewenangan serta tanggungjawab masing-masing pihak.

Kesalahan nan Perlu Dihindari Saat Memilih Franchise

Selain mengetahui tips franchise, calon penanammodal juga perlu memahami beberapa kesalahan umum.

Terlalu Fokus pada Brand

Brand terkenal memang memberikan untung dari sisi awareness, tetapi tetap kudu didukung oleh pasar dan letak nan tepat.

Tidak Menghitung Modal Kerja

Modal tidak berakhir ketika outlet resmi dibuka. Bisnis memerlukan biaya untuk menjalankan operasional hingga menghasilkan arus kas nan stabil.

Terlalu Percaya pada Proyeksi

Proyeksi upaya sebaiknya digunakan sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai agunan hasil investasi.

Tidak Membaca Kontrak

Seluruh biaya, kewajiban, hak, dan ketentuan kerja sama kudu dipahami sebelum membikin keputusan.

Memilih lantaran Sedang Tren

Tren dapat menciptakan peluang, tetapi upaya jangka panjang memerlukan esensial nan lebih kuat daripada sekadar ketenaran sementara.

Checklist Sebelum Memilih Franchise

Sebelum memutuskan investasi, pastikan Anda sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan berikut:

  • Berapa total investasi nan dibutuhkan?
  • Berapa modal kerja nan diperlukan?
  • Siapa sasaran konsumennya?
  • Bagaimana potensi pasar di letak nan dipilih?
  • Bagaimana sistem operasionalnya?
  • Apa saja support franchisor?
  • Bagaimana struktur biaya dan pembagian hasil?
  • Bagaimana proyeksi pendapatannya?
  • Berapa perkiraan periode kembali modal?
  • Apa saja akibat bisnisnya?
  • Bagaimana isi perjanjian kerjasamanya?
  • Bagaimana performa outlet nan sudah berjalan?

Jika sebagian besar pertanyaan tersebut sudah terjawab, Anda mempunyai dasar nan lebih kuat untuk melakukan evaluasi.

Kesimpulan

Memilih franchise memerlukan lebih dari sekadar memandang brand nan terkenal alias nominal investasi nan terlihat menarik.

Dengan menerapkan tips franchise seperti mengevaluasi pasar, menghitung total modal, memahami sistem operasional, memeriksa support franchisor, menganalisis lokasi, serta membaca perjanjian kerja sama, calon penanammodal dapat membikin keputusan nan lebih terukur.

Pada akhirnya, franchise nan tepat bukan selalu franchise dengan investasi paling murah alias brand paling populer. Franchise nan tepat adalah upaya nan sesuai dengan keahlian investasi, mempunyai pasar nan jelas, sistem nan kuat, serta mempunyai potensi untuk berkembang dalam jangka panjang.

Jadi, sebelum menentukan pilihan, jangan hanya bertanya “Franchise apa nan bagus?”

Pertanyaan nan lebih krusial adalah:

“Bisnis mana nan paling sesuai dengan tujuan investasi dan keahlian saya?”

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia