Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Sampang, Gus Ipul: Target Juni Selesai

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di area Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, Jawa Timur, hari ini.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul memastikan pembangunan melangkah lancar sesuai sasaran dan sekolah bakal dapat digunakan untuk pembelajaran siswa pada tahun aliran baru.

"Targetnya adalah akhir bulan Juni sudah selesai, kelak pada minggu kedua sudah bisa digunakan masa pengenalan lingkungan sekolah," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Berdasarkan info nan dihimpun, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang per hari ini (10/5) sudah mencapai lebih dari 54 persen, dan progresnya bakal terus bertambah.

Untuk wilayah Madura, Gus Ipul menyebut terdapat tiga titik Sekolah Rakyat rintisan ialah di Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Sedangkan. Sementara, Sekolah Rakyat permanen baru dibangun di Kabupaten Sampang.

"Sementara tahun depan tiga Kabupaten (lainnya) sudah bisa dibangun gedung permanen, Itu angan kita," imbuhnya.

Gus Ipul berambisi gedung Sekolah Rakyat permanen di Sampang bisa segera rampung dan digunakan untuk siswa baru nan bakal masuk pada tahun aliran 2026. Hal ini termasuk dari tiga kabupaten lainnya di Madura nan mempunyai Sekolah Rakyat rintisan.

"Ini sedang kita simulasikan untuk seleksi bagi siswa-siswa Sekolah Rakyat di empat Kabupaten. Mungkin nan sudah berada di tempat (rintisan) masing-masing, sekarang diteruskan. Sementara untuk Tahun Ajaran 2026, empat Kabupaten bisa di sini (Sampang)," jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan Sekolah Rakyat permanen di Sampang dapat menampung seribu siswa, terdiri dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga-keluarga nan paling tidak bisa sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah Rakyat juga tidak membuka pendaftaran, melainkan penjangkauan.

"Kita mau dalam proses penjangkauan ini tidak ada titipan, tidak ada kongkalikong, tidak ada membayar-membayar, tidak ada nan katakanlah KKN. Itu tidak diizinkan dalam ketentuan gimana pengarahan Bapak Presiden," tegasnya.

Sebagai informasi, dalam peninjauan ini, Gus Ipul turut didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurrohman Taufik, serta Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan. (akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News