Jakarta, CNBC Indonesia - Iran menangguhkan semua pembicaraan tenteram dengan Amerika Serikat (AS) melalui mediator Senin (1/6/2026). Hal ini dilaporkan instansi buletin Iran Tasnim.
Disebut bahwa kedua pihak tetap berbeda pendapat mengenai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Ini terutama mengenai pelanggaran Israel di Lebanon serta serangan terbaru oleh AS.
"Mengingat kejahatan berkepanjangan rezim Zionis (Israel) di Lebanon dan mengingat bahwa Lebanon adalah salah satu prasyarat untuk gencatan senjata dan bahwa gencatan senjata ini sekarang telah dilanggar di semua lini, termasuk Lebanon, tim negosiasi Iran menangguhkan perbincangan dan pertukaran teks melalui mediator," lapor laman itu menyebut pemerintah Iran, dimuat AFP.
Harga minyak melonjak tajam hingga 5% setelah pengumuman ini. Sementara bursa Wall Street longsor saat buletin diturunkan dengan Indeks Dow Jones turun 0,4% sementara S&P turun 0,2% dan Nasdaq Composite turun 0,1%.
Sebelumnya, gencatan senjata kedua negara memang rapuh. Pada akhir pekan, AS dan Iran apalagi saling serang.
Militer AS mengatakan telah melakukan "serangan bela diri" terhadap situs radar dan kendali drone Iran selama akhir pekan, serangan ketiga dalam waktu lebih dari seminggu. AS mengatakan ini sebagai tanggapan atas jatuhnya drone MQ-1 AS.
Tak lama kemudian, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan kepada media pemerintah bahwa mereka telah menargetkan pangkalan udara nan digunakan oleh militer AS nan menjadi asal serangan tersebut. IRGC tidak menyebut negara nan dikatakan menampung pangkalan tersebut, tetapi militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya telah mencegat "serangan rudal dan drone musuh".
Sementara Israel kembali melakukan serangan darat ke Lebanon, apalagi mengibarkan benderanya di kastil abad pertengahan, tembok Beaufort. Netanyahu menyebut perebutan kembali tembok Beaufort sebagai "pergeseran dramatis" dan berjanji untuk melanjutkan pertempuran melawan Hizbullah, dengan serangan dan invasi nan semakin dalam ke Lebanon.
Pada Senin, Israel juga memperingatkan masyarakat pinggiran selatan Beirut, tentang serangan nan bakal segera terjadi dan menyerukan mereka untuk mengungsi.
"Pasukan Pertahanan Israel memperingatkan penduduk wilayah Dahiyeh di Beirut dan menyerukan mereka untuk mengungsi demi keselamatan mereka. Jika teroris Hizbullah terus meluncurkan roket ke arah kota-kota Israel, IDF bakal merespons dengan menargetkan sasaran di Dahiyeh selatan," kata ahli bicara militer berkata Arab, Kolonel Avichay Adraee, pada X.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·