Foto udara Jembatan Ampera Palembang nan tertutup kabut asap saat penyelenggaraan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026). Berdasarkan gambaran satelit Himawari-9 nan dipantau BMKG pada Minggu (23/8) pukul 1(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.)
TIGA kasus perusahaan di Jambi masuk dalam tahap penyelidikan mengenai kebakaran rimba dan lahan (karhutal). Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut tiga perusahaan tersebut dari total 42 kasus pelanggaran norma nan ditangani tim penegakan norma (Gakkum) Kementerian Kehutanan RI.
"Di Indonesia ada 42 kasus pelanggaran karhutla, ada tiga kasus dari Jambi nan sedang ditangani tim dan kami sudah minta Kejati terus berkoordinasi," kata Menhut di Jakarta, Selasa (25/8).
Ia mengatakan mengenai dugaan tindak pidana karhutla, pemerintah bakal menindak perorangan maupun perusahaan sesuai norma berlaku.
Menhut mengatakan musim tandus pada 2026 sangat intensif dan panjang sebagaimana terjadi pada 2015. Oleh lantaran itu, penanganan serius dalam mencegah alias mengantisipasi karhutla.
"Semua pihak baik dari Pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, Kejaksaan, BNPB, BNPD, BMKG, Kehutanan dan masyarakat peduli api dan pihak lainnya untuk berbareng mengantisipasi karhutla tahun ini," ucap dia.
Sementara itu, titik api di Provinsi Jambi, tetap ditemukan di tiga kabupaten ialah Sarolangun, Batang Hari, dan Tebo.
Oleh lantaran itu, untuk pemadaman dilakukan kerja sama antara lain operasi modifikasi cuaca dalam waktu dekat di letak karhutla.
"Ada tambahan satu lagi helikopter water boombing untuk Jambi dalam waktu dekat," ucap dia. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·