Tiga Cara Atasi Nyeri Punggung Bawah Kronis tanpa Obat-obatan

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Tiga Cara Atasi Nyeri Punggung Bawah Kronis tanpa Obat-obatan Ilustrasi.(Magnific)

NYERI punggung bawah kronis, nan didefinisikan sebagai rasa sakit nan berjalan lebih dari 12 minggu, merupakan penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Kondisi ini bisa dipicu oleh beragam aspek seperti artritis, hernia nukleus pulposus (HNP), stenosis spinal, alias dalam banyak kasus, muncul tanpa argumen medis nan jelas.

Pedoman dari American College of Physicians menyarankan agar penderita mengutamakan perawatan nonobat seperti akupunktur, program latihan fisik, alias terapi perilaku kognitif (CBT). Roger Chou, guru besar kedokteran di Oregon Health & Science University, mencatat bahwa meskipun sebagian besar perawatan hanya memberikan support moderat, kombinasi pendekatan nan tepat dapat sangat membantu pasien.

Berikut tiga metode nan telah dipelajari secara luas dan menunjukkan faedah nyata bagi penderita nyeri punggung bawah kronis.

1. Akupunktur

Akupunktur melibatkan penyisipan jarum lembut ke titik-titik spesifik pada kulit. Metode ini terbukti efektif baik sebagai terapi tunggal maupun pendamping latihan fisik. Sebagai terapi pasif, akupunktur bekerja paling baik jika dikombinasikan dengan terapi aktif seperti olahraga.

Sebuah uji klinis tahun 2025 terhadap 800 lansia menunjukkan bahwa akupunktur selama tiga bulan dapat mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan kegunaan harian, dengan faedah nan memperkuat hingga satu tahun. Namun, pasien dengan gangguan perdarahan berat alias pengguna perangkat pacu jantung (untuk elektroakupunktur) kudu berkonsultasi dengan master terlebih dahulu.

2. Hidroterapi (Terapi Air)

Hidroterapi adalah terapi bentuk nan dilakukan di dalam air. Daya apung air membantu mengurangi tekanan pada sendi saat melakukan peregangan alias latihan fisik.

Studi tahun 2022 dalam JAMA Network Open menemukan bahwa latihan akuatik memberikan hasil nan sedikit lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup dibandingkan terapi bentuk tradisional di darat.

"Jika bergerak di dalam air terasa lebih mudah alias lebih menyenangkan bagi pasien, itu sangat bagus lantaran tujuan utamanya membikin penderita nyeri punggung tetap aktif," ujar Chou.

3. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Para mahir sekarang memandang nyeri kronis sebagai kejadian biopsikososial saat otak menciptakan rasa sakit sebagai sinyal perlindungan, apalagi ketika tidak ada kerusakan jaringan nan nyata. Mark P. Jensen dari University of Washington menjelaskan bahwa rasa sakit tersebut nyata, tetapi sering kali merupakan kebiasaan otak nan susah dihentikan.

CBT membantu pasien mengevaluasi kembali kepercayaan bahwa rasa sakit adalah tanda bahaya, sehingga mereka dapat kembali beraktivitas. Studi tahun 2025 menunjukkan bahwa pasien nan menjalani CBT dengan pembimbing kesehatan mempunyai kesempatan 50% lebih besar untuk mengalami penurunan nyeri nan signifikan dibandingkan mereka nan tidak menjalani terapi tersebut.

Catatan Penting: Meskipun perawatan ini efektif, para mahir menekankan pentingnya mengelola ekspektasi. Tujuan utamanya bukan selalu menghilangkan rasa sakit secara total, melainkan mengurangi penderitaan agar pasien dapat kembali menjalani kehidupan nan bermakna. (The Washington Post/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia