The Doctor Pasok Narkoba dari Bos Asal Aceh dan Malaysia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Bareskrim Polri mengungkap asal narkoba jaringan The Doctor nan diedarkan ke Indonesia dari Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan Andre Fernando namalain Charlie namalain The Doctor mempunyai dua bos dalam sindikat internasional.

"Andre Fernando namalain The Doctor diketahui mempunyai dua orang atasan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko mengatakan keduanya merupakan Hendra nan juga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh dan Tomi nan merupakan penduduk kenegaraan Malaysia. Keduanya, kata dia, bermukim dan beraksi di wilayah Malaysia.

"Kedua pemimpin tersebut diketahui tidak saling mengenal satu sama lain," jelasnya.

Ia menjelaskan selama ini Andre berkedudukan sebagai sosok perantara sekaligus penjamin transaksi antara kedua pemasok itu dengan para pembeli di Indonesia.

Kepada penyidik, Andre mengaku mengenal Hendra melalui rekannya Hendro namalain Nemo. Sementara untuk Tomy, dia berjumpa ketika sedang bermain gambling di Genting Highlands, Malaysia.

Dari Hendra, Andre tercatat menerima sabu sebanyak dua kali, ialah 2 kilogram dan 3 kilogram pada Februari 2026 dengan nilai Rp380 juta per kilogram, lampau dijual kembali seharga Rp390 juta per kilogram.

Ia juga menerima etomidate ukuran mini sebanyak 500 butir pada Januari 2026 seharga Rp1,6 juta per butir dan dijual kepada Ikha Novita Sari seharga Rp1,8 juta per butir.

Selain itu, Andre juga mendapat narkoba jenis 'happy five' sebanyak 50 balut pada Desember 2025 seharga Rp1,8 juta per balut dan dijual kembali seharga Rp2 juta per bungkus.

Sementara dari Tomy, Andre menerima etomidate ukuran mini sebanyak 250 butir pada Desember 2025 dan 397 butir pada Januari 2026, masing-masing seharga Rp1,7 juta per butir, lampau dijual seharga Rp1,8 juta per butir.

Selanjutnya dia menerima etomidate ukuran besar sebanyak 700 butir pada Februari 2026 seharga Rp1,7 juta per butir dan menjualnya seharga Rp2,2 juta per butir.

Transaksi pembayaran dilakukan di area Whiterabit PIK maupun di luar letak tersebut.

Andre Fernando menjadi DPO dalam kasus narkotika nan melibatkan bandar narkoba Ko Erwin. Kasus Koh Erwin turut menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.

Andre disebut merupakan sosok nan menyediakan sabu nan dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB. Ko Erwin diketahui 2 kali melakukan transaksi kepada Andre pada Januari 2026.

Transaksi pertama senilai Rp400 juta per 2 kg sabu. Kemudian, transaksi kedua Rp400 juta dengan sabu nan diterima seberat 3 kg.

Ko Andre mempunyai jaringan di wilayah Riau. Ia memasukkan cartridge vape nan mengandung etomidate dengan merek Ferarri dan Lamborgini melalui jalur laut dari Malaysia melewati Dumai, Riau.

(tfq/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional