Testimoni Mengerikan Aktivis Armada Gaza terhadap Perlakuan Israel

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Testimoni Mengerikan Aktivis Armada Gaza terhadap Perlakuan Israel Aktivis Sumud Gaza nan ditangkap Israel.(@itamarbengvir)

PEMERINTAH Israel mengonfirmasi telah mendeportasi seluruh aktivis asing nan ditahan dari armada kapal tujuan Gaza. Langkah ini diambil menyusul gelombang protes dunia atas perlakuan jelek selama dalam tahanan, nan diperparah oleh unggahan video provokatif Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben Gvir.

Lebih dari 430 aktivis dari beragam negara ditahan setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional pada Senin lalu. Insiden ini merupakan upaya terbaru untuk menembus blokade Israel di wilayah Palestina. Namun, situasi memanas setelah Ben-Gvir mengunggah video nan memperlihatkan para aktivis dalam kondisi tangan terikat dan dahi menempel di tanah, sementara sang menteri melontarkan hinaan kepada mereka.

Kecaman Diplomatik dan Ancaman Sanksi

Video tersebut memicu reaksi keras dari beragam negara Eropa. Inggris secara resmi memanggil kuasa upaya (chargé d’affaires) Israel untuk memberikan teguran keras. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, mendesak Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, untuk membahas hukuman terhadap Ben-Gvir.

"Tindakan ini tidak dapat diterima, menyita kapal di perairan internasional, serta melakukan pelecehan dan penghinaan nan melanggar kewenangan asasi manusia paling mendasar," tegas Tajani pada Kamis (21/5/2026).

Polandia apalagi menyerukan larangan masuk bagi Ben-Gvir ke wilayahnya. Di sisi lain, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menuntut permintaan maaf resmi atas apa nan dia sebut sebagai ketidakpedulian total Israel terhadap permintaan Italia mengenai keselamatan penduduk negaranya.

Kesaksian Korban: Kekerasan dan Rantai

Alessandro Mantovani, seorang wartawan Italia nan ikut ditahan, memberikan kesaksian mengerikan setibanya di airport Fiumicino, Roma. Ia mengaku dibawa ke airport Ben Gurion dengan tangan diborgol dan kaki dirantai.

"Mereka memukuli kami. Mereka menendang, memukul, dan berteriak, 'Selamat datang di Israel'," ungkap Mantovani mengenai perlakuan pasukan keamanan Israel.

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi penahanan tersebut. "Perilaku ini melanggar standar dasar penghormatan dan martabat manusia. Kami telah menuntut penjelasan dari otoritas Israel," tulis pernyataan resmi Foreign Office.

Keretakan Internal Kabinet Israel

Reaksi negatif ini juga memicu gejolak di dalam pemerintahan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, meski memihak tindakan pencegatan armada, secara terbuka mengkritik Ben-Gvir. Ia menyebut perlakuan menterinya terhadap para aktivis tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel dan segera memerintahkan deportasi cepat.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, turut mengecam Ben-Gvir di platform X. "Anda telah merugikan Israel dalam pagelaran nan memalukan ini. Tidak, Anda bukanlah wajah Israel," tulis Saar.

Bahkan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, nan biasanya menjadi pendukung setia, memberikan kritik langka dengan menyebut Ben-Gvir telah mengingkari martabat Israel.

Meskipun sebagian besar aktivis telah dideportasi melalui airport sipil dekat Eilat, golongan norma Adalah melaporkan satu peserta, Zohar Regev, nan mempunyai kebangsaan Israel, tetap menjalani persidangan di Ashkelon dengan tuduhan masuk secara ilegal. (The Guardian/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia