Terungkap Dugaan Asal Usul Valas Miliaran Bupati Sukoharjo

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami temuan enam jenis mata duit asing (valas) nan disita dalam kasus dugaan pemerasan nan menjerat Bupati Sukoharjo Etik Suryani (ETS).

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan interogator tetap menelusuri asal-usul valas tersebut. Salah satu dugaan awal, duit itu ditukarkan untuk keperluan perjalanan ke luar negeri. Namun, dugaan tersebut tetap kudu dibuktikan.

"Terkait masalah valas, ini juga sedang kami dalami. Anggapan awal kami, Bu ETS mungkin menukarkan duit itu untuk keperluan pergi ke negara tertentu agar lebih memudahkan. Tapi dugaan awal itu tentu kudu dibuktikan," kata Asep dalam konvensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Asep, interogator juga bakal menelusuri apakah mata duit asing tersebut ditukarkan sendiri oleh Etik alias justru diterima dalam corak valas sebagai bagian dari dugaan tindak pidana.

Dalam perkara ini, KPK menyita peralatan bukti dengan nilai total sekitar Rp 21,2 miliar, nan terdiri atas duit tunai Rp 6,4 miliar, kurs asing senilai sekitar Rp 7,5 miliar, serta logam mulia seberat 2,5 kilogram senilai sekitar Rp 7,3 miliar.

Adapun mata duit asing nan disita terdiri atas dolar Singapura (SGD) 460.350, dolar Australia (AUD) 30.000, dolar Amerika Serikat (USD) 31.300, yen Jepang (JPY) 586.000, ringgit Malaysia (MYR) 12.210, dan baht Thailand (THB) 34.585.

Barang bukti tersebut ditemukan di sejumlah lokasi, antara lain ruang kerja Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko, serta brankas milik Etik Suryani di Wonogiri dan Laweyan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑