Tergiur Diskon Perawatan, Warga Batam Jadi Korban Dokter Kecantikan Gadungan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Foto salah satu korban praktik kecantikan terlarangan eks finalis Putri Indonesia Jeni Rahmadial Fitri. Foto: Dok. Istimewa

Novalinda Simamora (38), penduduk Batam, menjadi salah satu korban dugaan praktik master kecantikan abal-abal nan dilakukan oleh Jeni Rahmadial Fitri (JRF), seorang mantan finalis Puteri Indonesia 2024 asal Riau.

Nova menceritakan, awalnya dia mengetahui Klinik Arauna Beauty milik pelaku di Pekanbaru melalui media sosial. Ia tertarik setelah memandang beragam unggahan hasil perawatan seperti facelift dan eyebrow lift nan tampak meyakinkan.

"Saya tinggal di Batam. Waktu itu lihat klinik pelaku menampilkan hasil tindakan nan bagus, seperti operasi di luar negeri," kata Nova kepada kumparan melalui telpon seluler, Jumat (1/5).

Ketertarikan Nova semakin kuat setelah mengetahui adanya penawaran potongan nilai besar. Dari nilai awal Rp 27 juta, perawatan ditawarkan menjadi Rp 9 juta per tindakan.

Kuasa norma korban, Markus Harianja dan Al Qudri Tambusai, nan melaporkan Eks finalis Puteri Indonesia 2024 Jeni Rahmadial Fitri lantaran melakukan praktik operasi kecantikan terlarangan di Klinik Arauna Beauty, Pekanbaru, Riau. Foto: Dok. Istimewa

Nova kemudian menghubungi pihak klinik melalui WhatsApp. Setelah sepakat, dia bayar duit muka sebesar Rp2 juta, dengan sisa pembayaran dilakukan setelah tindakan.

Ia pun berangkat dari Batam ke Pekanbaru untuk menjalani perawatan. Di klinik tersebut, Nova mengambil dua tindakan sekaligus, ialah tarik alis dan wajah, dengan total biaya sekitar Rp16 juta.

"Tindakan dilakukan oleh JRF nan mengaku sebagai dokter. Tapi selama proses, dia tidak pernah memperlihatkan wajahnya lantaran memakai masker," ungkapnya.

Eks finalis Puteri Indonesia 2024 Jeni Rahmadial Fitri. Foto: Dok. Istimewa

Namun, bukannya mendapatkan hasil nan diharapkan, kondisi Nova justru memburuk pasca tindakan. Ia mengalami luka serius, mulai dari alis terbelah hingga jangkitan bernanah di bagian kepala kiri dan kanan.

Saat mencoba menghubungi pihak klinik, Nova mengaku hanya disarankan untuk membersihkan luka menggunakan air infus.

"Kondisi saya makin parah. Akhirnya saya kudu menjalani operasi lagi di Batam," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Nova mengaku mengalami abnormal permanen. Rambut di bagian tertentu tidak lagi tumbuh, dan kondisi fisiknya berakibat besar pada psikologisnya.

"Saya down, malu. Suami juga marah dan sedih," katanya.

instagram embed

Nova sempat meminta pertanggungjawaban dari pelaku. JRF apalagi sempat mendatanginya ke Batam untuk meminta maaf.

"Saya baru tahu wajah pelaku saat dia datang ke Batam. Dia minta maaf, tapi soal tukar rugi mau dicicil. Dia sempat menawarkan perangkat klinik dan mobil, tapi saya tidak mau lantaran mobilnya tetap kredit," ujar Nova.

Setelah pertemuan tersebut, Nova menyebut tidak ada lagi itikad baik dari pelaku. Ia pun memutuskan untuk menempuh jalur norma dengan menggandeng kuasa hukum.

Saat ini, JRF telah ditangkap oleh Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau atas dugaan praktik kecantikan ilegal.

Nova berharap, pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

"Dia kudu dihukum seadil-adilnya," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan