Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berbincang dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya. Pertemuan dilakukan di teras Istana Merdeka usai mengikuti rapat berbareng Presiden Prabowo Subianto, Kamis (23/7/2026) sore.
Seskab Teddy mengatakan pertemuan dengan Dasco membahas beragam rumor strategis. Mulai dari, persetujuan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) hingga aspirasi para pengemudi ojek online (ojol).
"Kami membahas sejumlah rumor strategis nan menjadi perhatian bersama, mulai dari persetujuan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia sebagai langkah memperkuat daya saing ekonomi nasional, hingga beragam aspirasi para pengemudi ojek online sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Teddy.
Dalam foto nan diunggah di IG Sekretariat Kabinet, tampak ketiganya duduk di sebuah sofa nan ada di teras di Istana Merdeka. Dasco duduk diapit Prasetyo dan Teddy.
Ketiganya terlihat sama-sama memegang sebuah dokumen. Diskusi pun tampak berjalan cukup serius.
Teddy menekankan pentingnya sinergi nan kuat antara pelaksana dan legislatif dalam setiap penyelenggaraan kebijakan. Hal ini, kata dia, menjadi fondasi krusial agar kebijakan nan ditetapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat kemajuan bangsa.
"Kolaborasi nan erat antara pemerintah dan DPR diharapkan terus melahirkan beragam terobosan, sehingga setiap kebijakan betul-betul memberi faedah bagi masyarakat dan memperkuat fondasi Indonesia menuju negara nan lebih maju, berkekuatan saing, dan sejahtera," jelas Teddy.
Sebelumnya, pemerintah dan DPR melahirkan Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII) sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi sektor finansial nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Pembentukan PFII merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun arsitektur baru sektor finansial nan bisa menjawab tantangan ekonomi global.
Melalui skema ini, Indonesia diharapkan mempunyai sumber pembiayaan pembangunan nan lebih beragam, sekaligus menghadirkan ekosistem jasa finansial nan bisa bersaing di tingkat internasional.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·