Teddy dan Raffi Bagikan Momen Bersama Pengamen, Pengamat: Pejabat Lain Harus Tiru

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Pejabat Lain Harus Tiru Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.(Dok. IG Raffi Ahmad)

PENGAMAT politik Hendri Satrio menyoroti momen dalam video unggahan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad nan menunjukkan dia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berbaur dengan pengamen jalanan setelah menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026. Menurut Hensa, sapaan akrabnya, momen itu semestinya ditiru oleh pejabat lain untuk turun ke lapangan dan merasakan kehidupan rakyat secara langsung.

"Tiru dong. Wahai para pejabat, turun ke rakyat, rasakan apa nan mereka rasakan, perjuangan demi perjuangan, pejabat nan datang tanpa jarak protokoler dan mau ikut berbaur menunjukkan corak kepemimpinan nan lebih manusiawi," kata Hensa kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai momen tersebut merupakan contoh nyata pejabat nan turut merasakan kegembiraan masyarakat kecil. Oleh lantaran itu, pengalaman langsung seperti ini memberi ruang bagi pejabat untuk memahami sisi emosional dan sosial dari kehidupan masyarakat.

"Kalau pejabat mau turun dan menikmati perihal sederhana berbareng rakyat, mereka bakal tahu sungguh kecilnya hal-hal nan membikin penduduk bahagia. Ini bukan hanya soal pencitraan, ini soal mencicipi realita nan sehari-hari dialami jutaan orang," ujar Hensa.

Di sisi lain, dia juga mengawasi bahwa momen-momen serupa jarang dilakukan oleh pejabat pemerintah. Ia menyebut, kekhawatiran soal pencitraan sering menahan pejabat untuk tampil apa adanya di ruang publik.

Padahal, lanjutnya, meski momen Teddy dan Raffi seperti ini berpotensi dicap sebagai pencitraan, rekaman momen tersebut kerap menjadi catatan positif nan tersimpan lama di akal publik.

"Lebih baik dituduh pencitraan lantaran menyanyi berbareng pengamen daripada tidak pernah tahu gimana rasanya merayakan kemenangan mini bersama-sama. Pencitraan itu boleh-boleh saja, selama outputnya positif," kata Hensa.

Meski begitu, Hensa mengingatkan perlunya keseimbangan bahwa kehadiran spontan di publik kudu tetap disertai tanggung jawab bakal kinerjanya. Ia berambisi lebih banyak pejabat menunjukkan keberanian serupa, selagi juga menegaskan pentingnya komitmen nan lebih dalam terhadap kesejahteraan rakyat.

"Perlu diingat jika sudah menyatu dengan rakyat juga jangan lupa bakal tanggung jawabnya dalam mensejahterakan mereka, itu krusial dan kerap luput jika sudah mempunyai massa," pungkas Hensa. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia