'Tapak' Belanda di Kota Tua: Saat Turis Temukan Jejak Leluhur

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Suasana Taman Fatahillah pada malam hari saat libur panjang, area Kota Tua, Jakarta, Jumat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Kawasan Kota Tua Jakarta tetap menjadi magnet bagi visitor mancanegara nan mau mencari sisi lain dari ibu kota.

Area nan dulu dikenal sebagai Batavia ini menawarkan suasana sejarah nan kental melalui deretan gedung kolonial nan tetap berdiri kokoh di sekitar Taman Fatahillah.

Bagi sebagian wisatawan, mengunjungi area ini bukan sekadar untuk berfoto, melainkan untuk memandang langsung bukti bentuk perkembangan kota Jakarta dari masa ke masa.

Hal inilah nan dirasakan oleh Gunnar (22), pemuda asal Belanda nan sengaja datang ke sini meski hanya mempunyai waktu transit nan singkat.

Gunnar nan sedang menikmati liburan dengan waktu transit selama 16 jam merasa Kota Tua adalah destinasi wajib.

Suasana Taman Fatahillah saat libur panjang, Kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Baginya, berdiri di antara gedung-gedung tua tersebut seperti melakukan napak tilas terhadap sejarah bangsanya sendiri di masa lalu.

"Sangat menarik untuk memandang semuanya. Saya berasal dari Belanda, jadi tentu saja pada tahun 1600-an, mereka (bangsa Belanda) juga ada di sini," ujar Gunnar saat berbincang di lokasi, Jumat (15/5).

Selama kunjungannya, Gunnar mengaku terkesan memandang beragam peninggalan tentang gimana kota ini didirikan.

Menurutnya, atmosfer di Kota Tua betul-betul berbeda lantaran tetap mempertahankan corak original gedung dan toko-toko lama.

Suasana Taman Fatahillah pada malam hari saat libur panjang, area Kota Tua, Jakarta, Jumat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

“Benar-benar berbeda. Karena Anda bisa memandang toko-toko di sini, menurut saya itu sangat menarik,” ujar Gunnar.

Senada dengan Gunnar, Andrea (57), visitor asal Jerman, juga memberikan kesan positif.

Namun, bagi Andrea, daya tarik utama Kota Tua adalah ketenangannya nan sangat kontras dengan hiruk-pikuk pusat kota Jakarta nan dia rasakan sejak tiba sehari sebelumnya.

"Yang berbeda dengan pusat kota Jakarta adalah di sini tidak terlalu berisik. Tidak terlalu banyak lampau lintas, dan itu sangat bagus. Bangunan-bangunannya tua, rendah, dan sangat menyenangkan untuk sekadar berjalan-jalan," ungkap Andrea.

Suasana Taman Fatahillah saat libur panjang, Kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Meski menyayangkan beberapa museum sudah tutup saat dia tiba di sore hari, Andrea merasa suasana dan keramahan orang lokal sudah memberikan kesan nan mendalam.

“Ya, mereka sangat baik. Sangat baik dan ramah,” ucapnya ketika ditanya mengenai penduduk lokal Kota Tua.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan