
Pemain Persija Jakarta, Allano Lima. (Foto: Instagram/allanolima07)
TERNATE - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan pembelaan keras terhadap pemain sayapnya, Allano Lima, nan kembali menerima kartu kuning dalam lanjutan Super League 2025-2026. Meski sang pemain kerap dianggap emosional, Souza mengingatkan publik untuk tidak menutup mata terhadap akibat besar nan diberikan legiun asing asal Brasil tersebut bagi skuad Macan Kemayoran.
Allano kembali menjadi sorotan saat Persija Jakarta sukses mengalahkan Malut United dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Kie Raha, Selasa 24 Februari 2026 malam WIB. Winger berumur 30 tahun itu sebenarnya tampil gemilang dengan menyabet gelar pemain terbaik (man of the match) berkah torehan dua assist krusial dalam laga tersebut.
Namun, di kembali performa apiknya, Allano kembali dihadiahi kartu kuning oleh wasit pada menit ke-57. Catatan ini menjadi koleksi kartu kuning ke-9 bagi pemain kelahiran Rio de Janeiro tersebut sepanjang musim Liga Super 2025-2026, nan memicu kritik dari beragam pihak.
1. Pembelaan Souza Terkait Kartu Kuning Ke-9
"Ya Allano meninggalkan lapangan dengan mengatakan bahwa dia sama sekali tidak mengatakan apa pun kepada pemain lawan, kepada wasit, alias kepada siapa pun. Saat itu ada beberapa pemain nan terlibat, dan satu-satunya pemain nan mendapat kartu adalah Allano," kata Souza, dikutip Jumat (27/2/2026).
Souza sadar bahwa pemainnya itu kerap mendapat kartu kuning. Namun begitu, dia mengungkapkan jika kontribusi Allano di Persija Jakarta sangat besar. Terbukti, anak asuhnya itu mencatat dua assist di laga melawan Malut United nan berjalan sengit tersebut.
"Malut United menang melawan beberapa musuh nan bersaing untuk gelar di sini, di kandang mereka. Dan kami datang ke sini untuk pertandingan nan sangat susah dan sukses menang. Saya pikir ini adalah ketujuh kalinya Allano memenangkan penghargaan pemain terbaik. Tapi kita hanya konsentrasi pada kartu kuningnya, nan sangat menyedihkan," tambahnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·