Tangerang Gencarkan Sistem Pertanian Terpadu untuk Perkuat Pangan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Tangerang Gencarkan Sistem Pertanian Terpadu untuk Perkuat Pangan Petani memanggul karung berisi jagung pulut usai panen di Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.(Antara)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, mulai menggencarkan penerapan sistem pertanian terpadu alias integrated farming sebagai mendukung penguatan ketahanan pangan di daerahnya tersebut.
  
Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Endang Setiawan di Tangerang, Sabtu (6/6) mengatakan, bahwa skema nan mengintegrasikan pertanian dengan peternakan serta perikanan dalam satu area ini bakal mendorong generasi muda ikut bertani sekaligus memperkuat ketahanan pangan wilayah nan adaptif terhadap teknologi dan penemuan pertanian modern.
  
"Kami mau membangun sebuah model pertanian modern nan sukses terlebih dulu di sini. Ke depan, konsep ini bakal menjadi percontohan dan kiblat nan siap direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang," jelasnya.
  
Ia menegaskan bahwa aktivitas training mengenai skema pertanian terpadu itu diterapkan di Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa. Dimana, ini bukan sekadar training musiman, melainkan sebuah proyek percontohan strategis nan dipersiapkan matang untuk masa depan agribisnis daerah.
  
Endang juga menambahkan, pemilihan konsep integrated farming dinilai sangat tepat bagi petani milenial lantaran menawarkan solusi keterbatasan lahan lewat efisiensi tinggi, di mana sektor pertanian, peternakan, dan perikanan saling menyokong dalam satu ekosistem zero waste (tanpa limbah).
  
Dalam ini, pihaknya menyoroti tantangan besar sektor pertanian, ialah penurunan jumlah petani usia produktif dan kebutuhan pangan nan terus meningkat seiring pertumbuhan masyarakat Kabupaten Tangerang.

"Kami optimistis, lewat tangan-tangan imajinatif petani milenial nan dibekali pengetahuan integrated farming ini, gambaran pertanian bakal naik kelas. bertani itu keren, canggih, dan sangat menjanjikan secara ekonomi," ujarnya.
  
Sementara itu, Ketua Taruna Tani Milenial Al-Prakasa, Satria Gusputra, bahwa saat ini perangkat pertanian nan digunakan oleh kelompoknya sebagian besar tetap manual, dan dirinya sudah menatap masa depan pertanian desa dengan visi nan futuristik.
  
"Harapan ke depan, konsep pertanian modern nan kami rancang bisa melangkah sepenuhnya. Kami mau menerapkan sistem pertanian berbasis digitalisasi dan serba otomatis, di mana teknologi internet (Internet of Things) nan bakal bermain dan mengendalikan sistem di lahan kami," kata dia. (Ant/E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑