Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XII DPR RI mengungkapkan Indonesia mempunyai potensi besar 'harta karun' berupa Logam Tanah Jarang (LTJ) nan tersebar di sejumlah wilayah, tidak hanya di Bangka Belitung. Sebagaimana diketahui, komoditas ini menjadi salah satu mineral strategis masa depan lantaran dibutuhkan untuk beragam industri strategis.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan logam tanah jarang sekarang menjadi komponen krusial dalam beragam sektor, mulai dari telekomunikasi, teknologi canggih hingga industri pertahanan dan keamanan.
"Ya, jadi mineral logam tanah jarang adalah mineral masa depan. Jadi dia dipergunakan belakangan ini pada beragam teknologi kekinian. Baik itu untuk telekomunikasi, kemudian teknologi-teknologi lainnya, termasuk juga teknologi pertahanan keamanan," ujar Bambang kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (24/6/2026).
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia mempunyai sejumlah letak nan diduga menyimpan persediaan logam tanah jarang. Salah satu nan paling dikenal berada di Bangka Belitung, nan selama ini merupakan wilayah penghasil timah.
Menurut dia, logam tanah jarang di Bangka Belitung umumnya ditemukan sebagai mineral ikutan dari aktivitas penambangan timah. Dalam proses pengolahan timah, ditemukan sejumlah mineral lain seperti xenotime dan monasit nan mengandung unsur logam tanah jarang.
"Jadi ceritanya rata-rata logam tanah jarang itu adalah cucu dari mineral utama. Cucu dari mineral utama," kata dia.
Namun demikian, terdapat pula indikasi keberadaan logam tanah jarang nan ditemukan sebagai mineral utama. Salah satunya seperti temuan potensi logam tanah jarang di wilayah Sulawesi.
"Di sana Badan Industri Mineral juga sudah mendapat, alias Perminas ya, sudah mendapat IUP dari Kementerian ESDM mengenai dengan Logam Tanah Jarang. Jadi di sana katanya ada satu wilayah ketika dilakukan pertambangan logam tanah jarang itu didapat langsung sebagai mineral utama. Ya apapun itu, intinya kita punya," kata Bambang.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·