Tak Berharap Uang Kembali, Fuji: Aku Pengin Dia Dihukum Seadil-adilnya

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Fuji Utami di Polres Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Fujianti Utami namalain Fuji mengambil langkah tegas terhadap mantan admin media sosialnya nan melakukan penggelapan. Terlebih saat ini terlapor sudah mengakui perbuatannya.

Fuji mengaku berterima kasih lantaran laporannya terus berproses. Dia berambisi agar terlapor bisa segera ditetapkan sebagai tersangka dan mendapat balasan seadil-adilnya.

"Alhamdulillah lega lantaran sejenak lagi bakal ditetapkan sebagai tersangka ya, InsyaAllah. Aku pengin dia dihukum seadil-adilnya sih lantaran apa nan sudah dia perlakuan sama saya tuh menurut saya sudah kelewatan banget, bukan sekadar duit doang soalnya," ujar Fuji di Polres Jakarta Selatan, Senin (20/4).

Adik ipar mendiang Vanessa Angel itu, mengaku berterima kasih jika duit nan digelapkan bisa kembali. Namun dia tak percaya mantan admin media sosialnya bisa melunasi kerugiannya.

Oleh lantaran itu, Fuji tak berambisi uangnya bisa kembali. Dia mengaku mau agar laporannya bisa terus berproses. Fuji apalagi mengaku siap mengikuti proses persidangan.

"Ya semoga jika misalnya duitnya tetap ada ya, tapi setahu saya sih uangnya untuk membiayai orang lain mulu. Lanjut proses aja sih Kak (maunya), dalam artian saya emang mau dia dihukum," tutur Fuji.

"Iya siap (sidang). Oh lanjut terus saya mah nggak mau stop, lezat aja. Saya bisa cari duit sendiri, makan tuh duit, biar aja di dalem penjara. Capek saya kerja," tambahnya.

Lebih lanjut, Fuji mengaku heran kenapa admin media sosialnya itu kepikiran untuk menggelapkan uang. Sebab, dia mengeklaim sudah memberikan penghasilan untuk admin media sosialnya dengan baik.

"Sebenarnya penghasilan dia juga udah oke, tapi dia memilih untuk menggelapkan dana. Kenapa? Kurangnya dari mana? Ternyata ya emang kayaknya nggak ada puasnya aja gitu loh," tandasnya.

Fuji Utami (tengah) di Polres Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sebelumnya, pada 2025, Fuji melaporkan admin media sosialnya nan diduga melakukan penggelapan biaya mengenai hasil endorsement ke Polres Jakarta Selatan.

Admin media sosialnya itu diduga tidak melaporkan sejumlah biaya endorsement nan semestinya menjadi kewenangan Fuji.

Menurut Sandy, staf admin tersebut diduga menerima duit dari kerja sama brand, tetapi tidak melaporkan pemasukan itu kepada Fuji. Kecurigaan pun muncul dan membikin kasus ini akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib.

Hingga kini, laporan tersebut tetap dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan