Syarikat Islam Ingin Perkuat Kerja Sama Muhammadiyah dalam Dakwah Ekonomi

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta -

Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono menyatakan kemauan SI memperkuat kerja sama dengan Muhammadiyah dalam dakwah ekonomi. Ia menilai pemerintah sekarang membuka kesempatan besar bagi organisasi Islam untuk terlibat membangun ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Ferry dalam Dialog Kebangsaan pada rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Surabaya, hari ini.

"Ini kesempatan hibrida antara pendekatan nan dilakukan secara masif oleh organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan pembukaan akses oleh pemerintah," kata Ferry dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kerjasama itu dapat mengubah praktik dan sistem ekonomi nasional dari nan liberal-kapitalistik menjadi lebih sesuai dengan ekonomi konstitusi.

Ferry mengatakan pemerintah sekarang mempunyai prasarana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia membujuk Muhammadiyah dan pengusaha SI membentuk hub berbareng untuk menyalurkan peralatan ke gerai-gerai koperasi.

Selain itu, anak muda juga didorong memproduksi kebutuhan sehari-hari, seperti kecap, sambal, sampo, dan sabun, untuk dijual di gerai tersebut.

"Kami butuh hub alias offtaker nan ukurannya lebih besar," ujar Ferry.

Ferry mencontohkan kerja sama nan sudah berjalan, ialah MoU dengan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah untuk mendirikan koperasi masjid. Dari nyaris 12.000 masjid Muhammadiyah, pilot project bakal dimulai di 700 titik. Kerja sama serupa juga dijalin dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan dia berambisi SI turut terlibat.

Ia juga mengingatkan akar sejarah koperasi nan tak terlepas dari Syarikat Islam, ialah Koperasi Setia Usaha nan didirikan H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya pada 1913.

Sementara itu, Haedar Nashir menekankan dakwah kudu kembali pada makna aslinya, ialah membujuk dan menyeru, bukan menghakimi alias memusuhi. Ia berambisi umat Islam beranjak dari kebanyakan jumlah menjadi kebanyakan kualitas.

Terkait ukhuwah, Haedar menilai persaudaraan umat mudah diwujudkan dalam ibadah dan aktivitas sosial, tetapi memerlukan mujahadah ketika menyangkut politik dan ekonomi. Ia menyebut fanatisme golongan nan berlebihan sebagai virus ukhuwah.

Haedar mengatakan kuncinya adalah sering berjumpa dan bersilaturahmi, merintis kerja sama di bagian pendidikan, sosial, kesehatan, dan ekonomi, serta kembali pada semangat islah jika terjadi perselisihan.

Haedar juga memaparkan perjalanan awal upaya Muhammadiyah nan berangkat dari tafsir Al-Ma'un.

"Dari tafsir Al-Ma'un, KH Ahmad Dahlan membangun aktivitas Muhammadiyah nan sekarang berkembang hingga mempunyai 165 perguruan tinggi. Beliau juga seorang pedagang batik nan meneladankan pentingnya kemandirian ekonomi. Semangat kewirausahaan para pendahulu ini perlu kita hidupkan kembali agar umat semakin berkekuatan dan berdikari secara ekonomi," ungkap Haedar.

Sebagai informasi, aktivitas tersebut turut dihadiri oleh narasumber Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Presiden SI Hamdan Zoelva.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑