Surya Paloh Yakin Rupiah Kembali Stabil usai Pidato Presiden

Sedang Trending 14 jam yang lalu
Surya Paloh Yakin Rupiah Kembali Stabil usai Pidato Presiden Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh optimistis nilai tukar rupiah menguat usai pidato Presiden Prabowo Subianto.(Dok. MetroTv)

KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan optimismenya terhadap penguatan nilai tukar rupiah menyusul pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027. Keyakinan ini disampaikan Surya usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).

Surya menegaskan bahwa sikap optimistis merupakan modal krusial bagi bangsa dalam menghadapi tantangan ekonomi. Ia menilai pidato Presiden telah membangkitkan semangat patriotisme dengan menekankan penerapan Pasal 33 UUD 1945 dalam sistem perekonomian nasional.

“Selain optimisme apalagi nan kita punya? Itu barangkali nan perlu kita pahami. Modal kita nan terakhir adalah optimisme itu sendiri,” ujar Surya Paloh dilansir dari Antara, Rabu (20/5).

Ia juga membujuk seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi nasional. “Tinggal optimisme itu. Kalaupun itu selesai, ya, kita tidak punya apa-apa lagi,” tambahnya.

Dalam arsip KEM-PPKF 2027, pemerintah menetapkan sasaran nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500. Target ini muncul setelah rupiah sempat menyentuh level terlemahnya di nomor Rp17.706 per dolar AS pada pertengahan Mei 2026.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas moneter melalui strategi fiskal nan terukur. "Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi nan bisa untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata duit dunia," tegas Presiden.

Selain sasaran nilai tukar, pemerintah memproyeksikan laju inflasi domestik dapat dikendalikan pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat posisi rupiah di pasar global. Pemerintah juga mematok suku kembang Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen sebagai bagian dari dugaan makro fiskal 2027. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia