Surya Paloh Sebut NasDem Loyal kepada Pemerintah Sebagai Partai Koalisi

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat menghadiri Kongres II dan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-15 Garda Pemuda Nasdem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menegaskan partainya tetap loyal mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari koalisi. Meski demikian, dia menilai setiap kebijakan pemerintah tetap perlu menerima kritik dan saran untuk perbaikan.

Sebagai partai pendukung pemerintah, NasDem mempunyai komitmen menjaga loyalitas terhadap koalisi.

“Seluruh kebijakan pemerintahan nan memang di mana Partai NasDem ini adalah bagian daripada partai Koalisi. Kita memang kudu loyal di situ,” ungkap Surya saat dikonfirmasi wartawan dalam penutupan Kongres II dan HUT ke-15 Garda Pemuda NasDem di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7).

Ia menyebut pemerintah bukan berfaedah tidak dapat menerima masukan. Tetapi beragam pandangan maupun saran tetap perlu diberikan andaikan dianggap dapat memperbaiki kebijakan.

“Ada pemikiran-pemikiran barangkali nan perlu kita katakanlah sumbangkan, nan mungkin saja belum berfaedah sepenuhnya pas dan tepat dengan apa nan melangkah sebagaimana nan kita pahami," ujarnya.

Namun, Surya memilih menyampaikan kritik maupun saran secara langsung kepada pemerintah, bukan melalui ruang publik.

"Saya lebih bagus menempatkan ide, pemikiran, saran, pandangan saya, barangkali itu lebih bisa jika bisa lebih secara person by person untuk melakukan koreksi jika itu diperlukan," kata Surya.

Ia berambisi pemerintah tetap membuka ruang terhadap kritik sehingga kebijakan nan diambil dapat terus diperbaiki.

"Tapi apa pun juga saya pikir saya tetap meletakkan angan sepanjang memang koreksi itu terus-menerus dilakukan, kita melangkah ke arah on the right track lagi," ujar Surya.

Ia menegaskan,yang paling rawan adalah andaikan pemerintah tidak lagi bersedia menerima kritik maupun melakukan pertimbangan terhadap kebijakannya.

"Tapi jika kita sudah tidak mau lagi dikoreksi, tidak mau ada perbaikan, itu baru darurat kita," tutur Surya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan