Aktivitas guguran lava Gunung Merapi terlihat dari Kendalsari, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026).(ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/YU)
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta visitor tidak mendaki hingga ke puncak Gunung Merapi. Saat ini, gunung tersebut ada di Level Tiga alias Siaga.
"Harapan saya bagi turis ya, bagi pendatang dalam makna dia memang mau berwisata, nah itu saya minta memang jangan naik ke atas (puncak Merapi)," imbau Sri Sultan HB di Yogyakarta, Kamis (2/7).
Gunung Merapi nan berada di perbatasan Kabupaten Sleman DIY dengan kabupaten di Jawa Tengah itu beberapa kali mengalami erupsi. Hal ini berpotensi membahayakan pendaki.
Sultan HB X menjelaskan bahwa masyarakat nan tinggal di lereng Gunung Merapi sudah memahami kondisi gunung aktif tersebut. Sedangkan pendatang alias visitor perlu memerhatikan status siaga.
"Masyarakat sekitarnya kan sudah paham, tapi pendatang nan belum (paham) dan sekadar mau bervakansi, berpiknik kan belum tentu tahu jika ada aktivitas Merapi. Hati hati, sementara jangan naik dulu," ujar dia.
Aktivitas Gunung Merapi sekarang dipantau oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Ia menjelaskan bahwa masyarakat di lereng Gunung Merapi mengerti soal pemisah aliran guguran dan awan panas ketika terjadi erupsi. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·