Sudaryono Tegaskan Dirinya dan Keluarga Tak Punya Dapur MBG

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, menegaskan dirinya dan keluarganya tidak terafiliasi sama sekali dengan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dia menyatakan tak mempunyai satupun yayasan untuk mengelola Dapur Umum Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini ditegaskan Sudaryono sesaat setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto menggantikan Nanik S. Deyang nan mengundurkan diri hari ini.

"Nggak ada. Nggak ada. Nggak ada. Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur. Tidak ada family saya juga nan punya dapur dan sebagainya," ujar Sudaryono di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan bahwa MBG adalah program dengan anggaran besar nan berasal dari rakyat, dan diperuntukkan untuk rakyat. Maka dari itu, setiap rupiah nan disalurkan untuk MBG kudu sesuai tujuan, ialah menyediakan gizi nan sesuai bagi penerima.

"Jadi, ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Tentu saja setiap tetes rupiah nan dikeluarkan kudu betul-betul sesuai dengan tujuan program. Jadi, bukan hanya menyediakan makan tapi menyediakan gizi nan sesuai, nan baik untuk anak-anak kita, ibu-ibu nan hamil, ibu-ibu nan menyusui dan juga para lansia," papar Sudaryono.

Lebih lanjut, eks Wakil Menteri Pertanian itu menyatakan dirinya juga mendapatkan pengarahan unik dari Prabowo agar memandang program prioritas ini dengan pandangan nan luas. Jangan sampai hanya memberikan makan cuma-cuma saja, gizi kudu menjadi perhatian utama.

"Arahan unik kan begini ya, ini kan bukan hanya kemudian kita bikin panitia membagi-bagi makanan, bukan. Tujuannya kan adalah beyond itu, bahwa kita menyediakan gizi nan sesuai. Ingat itu ya, kita menyediakan gizi nan sesuai. Ini namanya Makan Bergizi Gratis, bukan makan lezat cuma-cuma alias bukan makan banyak cuma-cuma bukan, tapi Makan Bergizi Gratis. Nah, tentu saja nan menjadi perhatian adalah gimana pemenuhan gizi kepada anak-anak nan memang kudu diberi sentuhan gizi termasuk juga ibu hamil, ibu menyusui dan juga lansia," sebut Sudaryono.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance