Steven Tyler(Lisa Lake/Getty Images/AFP)
Steven Tyler, vokalis band Aerosmith, pernah menawarkan support kepada Kurt Cobain untuk berakhir menggunakan heroin sebelum kematian tragis frontman Nirvana tersebut.
Namun upaya itu ditanggapi dengan jawaban nan sangat tajam dari Cobain, mencerminkan kondisi emosional dan ketergantungannya pada narkoba saat itu.
Dalam sebuah kisah nan kemudian diungkap oleh beragam sumber, Tyler disebut memandang “rasa sakit” dalam diri Cobain saat Nirvana mulai meraih ketenaran besar di awal 1990-an.
Menyadari bahwa Cobain juga menggunakan heroin, Tyler nan mempunyai pengalaman panjang dalam kecanduan narkoba mencoba menjangkau sang musisi muda melalui manajemen Nirvana pada tahun 1992.
Ia apalagi berupaya mendapatkan nomor telepon Cobain untuk melakukan percakapan langsung dan memberikan support berasas pengalamannya sendiri sebagai mantan pengguna narkoba.
Namun, ketika tawaran itu disampaikan, Cobain menolak dengan komentar sinis. Ia mengatakan bahwa Tyler “harus menjadi pecandu selama 18 tahun,” sementara dirinya “baru menggunakan narkoba selama satu jam,” meremehkan pengalaman sang vokalis Aerosmith.
Steven Tyler sendiri bukan orang asing dengan bumi kecanduan. Dalam wawancara sebelumnya, dia mengakui pernah menggunakan beragam jenis narkoba, termasuk heroin, kokain, dan obat penenang, serta menyebut dirinya mempunyai “kepribadian adiktif” nan sempat merusak hubungan dengan keluarga, band, dan kehidupannya sendiri.
“Pada satu titik saya tidak punya band dan saya tidak peduli,” ungkap Tyler dalam wawancara dengan Fox News pada 2018.
Cobain sendiri beberapa kali mengakui ketergantungannya pada heroin, meski juga menunjukkan penolakan terhadap akibat publik dari perihal tersebut.
Dalam wawancara pada 1993, dia mengatakan tidak mau orang lain terpengaruh oleh kisahnya, serta menyebut heroin sebagai “obat nan sangat jahat”.
Tak lama setelah wawancara tersebut, Cobain mengalami overdosis di New York pada Juli 1993, namun sukses diselamatkan berkah pertolongan sigap dari orang di sekitarnya.
Beberapa minggu kemudian, Cobain akhirnya berjumpa langsung dengan Steven Tyler di belakang panggung konser Aerosmith di Portland pada 12 Agustus.
Dalam pertemuan tersebut, Tyler disebut membicarakan pengalaman pribadi dan program pemulihan 12 langkah tanpa menggurui.
Menurut Krist Novoselic, Tyler tidak bersikap menggurui, melainkan berbagi pengalaman dan memberikan dorongan moral kepada Cobain.
Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk mengubah keadaan. Cobain kemudian ditemukan meninggal di rumahnya di Seattle sembilan bulan setelah keluar dari rehabilitasi di Los Angeles.
Setelah kematian Cobain, Steven Tyler menyampaikan rasa kemarahan dan penyesalannya dalam sebuah wawancara televisi, mengatakan bahwa dia merasa marah lantaran “orang ini tidak perlu mati.” (Z-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·