Startup Indonesia Bidik Pasar Global

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Startup Indonesia Bidik Pasar Global Head of Invesment STARFINDO, Maulana Wiga.(Dok. MI)

HEAD of Invesment STARFINDO, Maulana Wiga menargetkan peningkatan daya saing teknologi, ekspansi akses investasi, dan pembukaan pasar internasional bagi startup industri Indonesia. Hal ini diungkapkan setelah terpilih sebagai pemimpin STARFINDO untuk periode 2026-2029.

Menurut Wiga, kemenangan dalam pemilihan tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi menjadi amanah untuk mendorong pelaku startup industri Indonesia agar bisa meningkatkan kapabilitas upaya dan bersaing di tingkat internasional. Kepengurusan baru bakal diarahkan untuk memperkuat posisi startup Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan persaingan bisnis global.

“Amanah ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pemilihan, melainkan tanggung jawab untuk membawa startup industri Indonesia naik kelas,” kata Wiga dalam keterangannya.

Pemilihan tersebut disebut berjalan kompetitif lantaran diikuti sejumlah kandidat dengan pedoman dukungan, rekam jejak kepemimpinan, dan kontribusi organisasi nan relatif seimbang. Wiga menilai proses pemilihan nan dilakukan melalui sistem organisasi menjadi modal krusial untuk menjalankan agenda konsolidasi setelah kontestasi berakhir.

Dalam kepemimpinannya, Wiga berencana membawa STARFINDO tidak hanya menjalankan rutinitas organisasi, tetapi juga menjadi penghubung antara pelaku startup, industri, investor, pemerintah, dan lembaga pendidikan.

Salah satu agenda nan disiapkan adalah memperkuat kerjasama lintas sektor guna mempercepat mengambil teknologi dan hilirisasi inovasi. Kolaborasi tersebut dinilai krusial agar penemuan nan dikembangkan startup tidak berakhir pada tahap pengembangan produk, melainkan dapat digunakan dalam aktivitas industri dan mempunyai nilai ekonomi.

Wiga juga menyoroti pentingnya ekspansi akses pembiayaan. Menurutnya, banyak startup mempunyai produk dan penemuan nan potensial, tetapi tetap menghadapi keterbatasan dalam memperoleh investasi, memperluas produksi, dan memasuki pasar nan lebih besar.

Karena itu, kepengurusan periode 2026-2029 bakal mendorong terbentuknya kemitraan antara pelaku startup dengan penanammodal dan perusahaan industri. Kemitraan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan teknologi, peningkatan kapabilitas produksi, serta ekspansi jaringan distribusi.

Selain memperkuat pasar dalam negeri, Wiga menargetkan startup industri Indonesia dapat terhubung dengan rantai pasok global. Langkah itu bakal dilakukan melalui pengembangan kemitraan internasional, peningkatan kualitas produk, dan penguatan kapabilitas startup agar bisa memenuhi standar pasar global.

“Visinya adalah menjadikan STARFINDO sebagai rumah penemuan industri Indonesia dan jembatan menuju pasar dunia. Organisasi ini kudu menjadi penggerak lahirnya startup nan tidak hanya bertumbuh di dalam negeri, tetapi juga bisa menjadi bagian dari rantai pasok global,” ujarnya.

Agenda ekspansi internasional tersebut dinilai memerlukan support beragam pihak. Pemerintah diperlukan dalam menyediakan izin dan kebijakan nan mendukung inovasi, sedangkan perguruan tinggi mempunyai peran dalam pengembangan riset serta penyediaan sumber daya manusia.

Sementara itu, industri dapat menjadi pengguna sekaligus mitra pengembangan teknologi, sedangkan penanammodal berkedudukan menyediakan pembiayaan untuk memperbesar skala upaya startup.

Selain agenda eksternal, Wiga juga menjanjikan pembenahan tata kelola internal organisasi. Pembenahan tersebut mencakup transparansi pengelolaan anggaran, digitalisasi sistem administrasi, dan penerapan pengambilan keputusan berbasis data.

Modernisasi tata kelola dinilai diperlukan agar organisasi dapat bekerja secara lebih profesional, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan anggota. Sistem berbasis info juga diharapkan memudahkan organisasi dalam memetakan potensi startup, kebutuhan pendanaan, tantangan pengembangan usaha, dan kesempatan pasar.

Wiga membujuk seluruh personil untuk meninggalkan perbedaan nan muncul selama proses pemilihan. Ia menekankan bahwa konsolidasi internal menjadi langkah awal sebelum organisasi menjalankan program penguatan ekosistem startup industri.

Ia juga mau mendorong organisasi menjadi lebih inklusif dan terbuka terhadap pelaku penemuan dari beragam wilayah. Sebagai putra Aceh, Wiga menilai talenta dari wilayah mempunyai keahlian untuk berkontribusi dan memimpin organisasi di tingkat nasional.

Menurutnya, penemuan tidak hanya lahir dari pusat-pusat ekonomi besar. Berbagai wilayah di Indonesia mempunyai potensi sumber daya, permasalahan, dan kesempatan upaya nan dapat melahirkan solusi teknologi baru.

Dengan kepengurusan periode 2026-2029, STARFINDO menargetkan penguatan ekosistem startup industri melalui peningkatan daya saing teknologi, hilirisasi inovasi, ekspansi akses investasi, dan pengembangan kemitraan internasional.

Keberhasilan agenda tersebut nantinya bakal ditentukan oleh keahlian kepengurusan baru menerjemahkan visi dunia menjadi program nan konkret, terukur, dan memberikan akibat langsung bagi pelaku startup Indonesia. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia