Ilustrasi(Unsplash)
Spons laut selama ini dikenal sebagai salah satu makhluk hidup paling primitif dan sederhana di planet ini. Sebagai hewan multiseluler nan menetap di dasar laut, mereka memperkuat hidup dengan langkah menyaring air untuk menangkap kuman dan partikel organik mini sebagai makanan.
Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkap kebenaran mencengangkan: beberapa jenis spons laut rupanya bisa menghasilkan makanan mereka sendiri langsung dari sinar matahari, mirip seperti kegunaan tumbuhan.
Kemampuan luar biasa ini mematahkan dugaan lama para intelektual mengenai keterbatasan biologis dari spons laut. Melalui kajian mendalam terhadap jaringan tubuh mereka, para peneliti menemukan adanya hubungan simbiosis nan sangat erat dan kompleks antara spons laut dengan mikroorganisme fotosintetik nan hidup di dalam tubuh mereka.
Rahasia Aliansi dengan Mikroba Fotosintetik
Spons laut tidak melakukan fotosintesis secara berdikari melalui kloroplas layaknya daun tumbuhan hijau. Sebagai gantinya, mereka bertindak sebagai "tuan rumah" bagi miliaran mikroba khusus, seperti sianobakteri alias alga uniseluler.
Mikroba nan menetap di dalam jaringan spons ini menangkap sinar mentari nan menembus perairan dangkal, lampau mengubahnya menjadi daya kimia dalam corak karbon organik dan gula. Energi hasil fotosintesis tersebut tidak dinikmati sendiri oleh mikroba, melainkan dibagikan secara langsung kepada spons laut sebagai sumber nutrisi utama mereka.
Sebagai imbalannya, spons laut memberikan perlindungan nan kondusif bagi mikroba dari ancaman predator, sekaligus menyuplai limbah metabolisme berupa amonia dan karbon dioksida nan sangat dibutuhkan oleh mikroba untuk melakukan proses fotosintesis. Hubungan saling menguntungkan (mutualisme) ini memungkinkan spons laut untuk tumbuh subur, apalagi di lingkungan perairan tropis nan miskin bakal nutrisi organik terlarut.
Dampak Besar bagi Ekosistem Terumbu Karang
Penemuan ini memberikan pandangan baru nan sangat krusial bagi para mahir biologi laut dalam memahami dinamika rantai makanan di ekosistem laut. Keberadaan spons laut nan bisa memanfaatkan daya mentari ini berfaedah sebagai "pabrik energi" tambahan di dasar laut.
Dengan memproduksi materi organik dari sinar matahari, spons-spons ini ikut berkontribusi dalam menjaga kesiapan nutrisi bagi organisme laut lainnya nan hidup di sekitar terumbu karang. Ketika spons melepas sel-sel tuanya alias menghasilkan lendir organik, materi tersebut menjadi sumber makanan krusial bagi kepiting, cacing laut, dan ikan-ikan kecil.
Studi ini membuktikan bahwa strategi memperkuat hidup dengan memanfaatkan daya mentari bukanlah monopoli bumi tumbuhan alias alga saja. Aliansi purba antara spons laut dan mikroba ini menjadi bukti nyata kehebatan penyesuaian perkembangan satwa laut dalam mengarungi perubahan lingkungan selama ratusan juta tahun. (Earth/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·