Sosok Satyawan Pudyatmoko, Kepala Badan Pengelola Gambut

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto melantik akademisi Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Satyawan sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) di Kementerian Kehutanan.

Ia tercatat mempunyai segudang pengalaman di bagian pendidikan, penelitian hingga konservasi satwa liar. Selain itu, Satyawan juga terlibat di sejumlah organisasi mengenai perubahan suasana dan kehutanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria kelahiran Boyolali, 9 Agustus 1971 itu menyelesaikan sarjana di Fakultas Kehutanan UGM pada 1995. Satyawan kemudian menjadi staf pengajar di UGM pada tahun nan sama.

Satyawan kemudian melanjutkan pendidikan magister kehutanan tropika di Georg-August-Universität Göttingen, Jerman dan lulus di tahun 2001. Ia juga meraih gelar doktoral dari universitas nan sama pada tahun 2005.

Kiprahnya di UGM kemudian bersambung mulai dari Kepala Laboratorium Satwa Liar, Ketua Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Wakil Dekan hingga Dekan Fakultas Kehutanan UGM.

Selama di UGM, Satyawan juga sempat mendapat tugas dari Rektor untuk memimpin Kelompok Kerja Gambut UGM. Ia turut terlibat dalam pengembangan riset agroekologi serta sumber daya lahan.

Di sisi lain, dia juga tercatat sebagai personil International Union of Forest Research Organizations (IUFRO) dan Wild Cattle Specialist Group dari International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Tak hanya itu, Satyawan juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK Indonesia). Organisasi itu menghimpun lebih dari 300 intelektual dari beragam wilayah di Indonesia.

Terakhir, Satyawan juga pernah menjabat sebagai Deputi Perencanaan dan Evaluasi di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Adapun lembaga itu berfokus pada restorasi ekosistem gambut dan mangrove.

(tfq/fra)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑