Sosok Pemilik Nyaris Seribu Senjata dalam Sekolah di Jaksel Terkuak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan bikin gempar lantaran ditemukan nyaris seribu senjata di salah satu ruangan. Pemilik senjata itu akhirnya terkuak.

Ada 995 pucuk senjata nan ditemukan merupakan senapan angin, dengan rincian: 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm.

Polisi menyebut 995 pucuk airsoft gun itu merupakan impor dari luar negeri. Polisi tetap mendalami peruntukan impor ratusan senjata tersebut. Polisi juga mencari tahu argumen senjata itu disimpan dalam ruangan IWD, nan merupakan mantan ketua yayasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak Eks Ketua Yayasan Buka Suara

PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) buka bunyi mengenai temuan ratusan senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Ratusan pucuk airsoft gun tersebut diklaim milik mereka dan berizin resmi.

"Benar, itu milik Lokta Karya Perbakin. Itu sudah jelas, ada izinnya nan 995 pucuk itu berupa airsoft gun," ujar Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, saat dihubungi detikcom, Jumat (7/8).

Alhadid, nan juga selaku kuasa mantan ketua yayasan berinisial IWD, mengatakan dirinya telah dimintai keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga telah memperlihatkan surat izin kepemilikan ratusan pucuk airsoft gun dengan nomor SI/5483-XII/2008 itu ke pihak kepolisian.

Ia menegaskan total 995 pucuk senjata itu berupa airsoft gun, bukan senjata api. Senjata api nan ditemukan, kata dia, hanya ada satu pucuk dan kepemilikannya pun legal.

"Kalau senjata api itu bukan punya Lokta, tapi ada pemiliknya, juga ada izinnya juga, satu (pucuk) jika tidak salah. Pemiliknya kelak saya buka di Polres, lantaran itu ada izinnya, dan tidak ada magazinnya, tidak ada amunisinya," bebernya.

Mengenai kenapa senjata itu ada di sekolah, Alhadid menjelaskan duduk perkaranya. Ratusan senjata itu disimpan di penyimpanan sekolah berangkaian adanya rencana aktivitas ekstrakurikuler (ekskul) menembak sasaran di sekolah tersebut.

Sosok Pemilik Senjata

Polisi mengungkap laki-laki berinisial DS sebagai pemilik satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge nan ditemukan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Sosok DS merupakan kepala di PT Lokta Karya Perbakin.

"Jadi jika dilihat penelusuran dari identitas ini nan berkepentingan merupakan kepala ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini mengenai tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (7/8).

Namun Budi mengatakan DS sudah meninggal bumi pada 2020. Pihak kepolisian, menurut Budi, juga berencana memeriksa laki-laki inisial IWD alias IW, nan merupakan mantan ketua yayasan nan namanya terseret lantaran ratusan senjata itu ditemukan di ruangannya.

"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal bumi tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujarnya.

(idn/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News