Sosialisasi Empat Pilar Melalui Nobar Film “Maira” Jangkau 1.500 Pelajar dan Mahasiswa

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Sosialisasi Empat Pilar Melalui Nobar Film “Maira” Jangkau 1.500 Pelajar dan Mahasiswa Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.(Dok istimewa)

PENDIDIKAN kebangsaan kudu bisa menghubungkan nilai-nilai Empat Konsensus Kebangsaan dengan realitas nan dihadapi generasi penerus bangsa. 

"Kami memakai movie Teman Tegar Maira: Whisper from Papua (Maira) sebagai medium untuk menyosialisasikan Empat Konsensus Kebangsaan kepada generasi muda. Pada kesempatan ini, kami berambisi masukan dari para pendukung movie ini untuk pengembangan upaya ke depan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, saat menerima kehadiran produser, sutradara, dan para pemeran film Maira itu di Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Jakarta, Jumat (5/6). 

Hadir pada pertemuan nan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional 5 Juni, antara lain Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI 2014-2024), Nafa Urbach (Ketua Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif DPP Partai NasDem), Cheroline Chrisye Makalew (legislator Partai NasDem dari Papua Barat), dr. Chandra Sembiring (produser movie Maira), Anggi Fricsa (sutradara), Elisabeth Sisauta (pemeran Maira), M. Aldifi Tegarajasa (pemeran Tegar), dan sejumlah pendukung lainnya. 

Pada kesempatan itu, produser movie Maira, dr. Chandra Sembiring mengungkapkan, sejumlah keterbatasan dihadapi mereka dalam penyebaran movie bertema sosial dan lingkungan nan sejatinya mempunyai konten nan relevan sebagai bahan edukasi masyarakat.

Chandra berupaya agar konten edukasi dalam movie dapat dinikmati lebih banyak kalangan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda dan masyarakat terhadap masalah-masalah sosial dan lingkungan nan saat ini memasuki fase krisis. 

Sutradara Anggi Frisca mengaku, sangat susah mencari produser nan mau membiayai pembuatan movie seperti Maira. 

Anggi berharap, movie karyanya bisa membangun kepedulian masyarakat mengenai gimana semestinya kita membangun hubungan manusia dengan alam dengan baik. 

Lestari mengungkapkan, pihaknya bakal terus mengembangkan metode Sosialisasi Empat Pilar MPR RI nan relevan dan dekat dengan generasi muda. 

Kegiatan nonton bareng (Nobar) movie Maira nan menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dengan kesadaran lingkungan dan keberlanjutan masa depan, bakal terus dilakukan. 

Hingga saat ini, ungkap Rerie, sapaan berkawan Lestari, rangkaian nobar movie Maira sebagai bagian dari Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan telah dilakukan di sejumlah kota seperti Palu (Sulawesi Tengah), Kudus (Jawa Tengah), Jakarta (DKI Jakarta), Tangerang (Banten), dan Jember (Jawa Timur). 

Kegiatan nobar nan dilaksanakan di sejumlah kota tersebut, tambah dia, telah menjangkau sekitar 1.500 pelajar dan mahasiswa. 

Melalui medium film, jelas Rerie, peserta diajak memahami nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dengan pendekatan nan lebih kontekstual, reflektif, dan dekat dengan realitas nan mereka hadapi sehari-hari.

Menurut Rerie nan juga personil Komisi X DPR RI itu, pendidikan kebangsaan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan era agar bisa menjangkau generasi muda secara lebih efektif.

“Generasi muda tidak cukup hanya memahami Empat Pilar sebagai konsep normatif. Mereka perlu memandang gimana nilai-nilai tersebut datang dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam langkah kita memandang dan menjaga lingkungan hidup sebagai ruang kehidupan bersama,” ujar Rerie. 

Film Maira, jelas Rerie, dipilih lantaran menghadirkan cerita mengenai hubungan manusia dengan alam, hutan, dan keberlanjutan kehidupan. 

Dalam setiap kegiatan, tambah Legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, pemutaran movie dipadukan dengan pengantar mengenai Empat Pilar Kebangsaan, sesi refleksi, dan obrolan nan menghubungkan nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan tanggung jawab menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kebangsaan tidak hanya berbincang tentang hubungan antarmanusia. Kebangsaan juga berbincang tentang gimana kita menjaga ruang hidup bersama. Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga bangsa,” tegasnya.

Sebab, jelas Rerie, beragam persoalan lingkungan nan terjadi saat ini pada akhirnya bakal diwariskan kepada generasi muda sebagai tantangan nan kudu mereka hadapi.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menilai, keberhasilan menjangkau sekitar 1.500 pelajar dan mahasiswa melalui program ini, menunjukkan bahwa pendekatan melalui movie dapat menjadi sarana nan efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. 

“Generasi muda, hari ini, bukan hanya pewaris masa depan bangsa. Mereka adalah generasi nan bakal menentukan apakah bumi nan kita tinggalkan tetap menjadi tempat hidup nan layak bagi generasi berikutnya. Karena itu, Generasi Pancasila kudu sekaligus menjadi Generasi Penjaga Bumi,” pungkas Rerie. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑