Soal Kericuhan di Laga Persita vs Persija, Ketum The Jakmania Duga Ada Provokasi Oknum Berkaos Putih

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Cikal Bintang , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |19:19 WIB

Soal Kericuhan di Laga Persita vs Persija, Ketum The Jakmania Duga Ada Provokasi Oknum Berkaos Putih

Ketum Jakmania, Muhammad Aditya Putra. (Foto: Andri Bagus/Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, akhirnya angkat bicara mengenai kejadian gesekan antar-suporter nan mewarnai laga panas antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta. Ia menduga kuat ada oknum provokator nan sengaja menyulut emosi massa hingga memicu kericuhan.

Pertandingan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2026-2027 diwarnai kericuhan suporter. Aditya menyebut dugaan provokasi sebagai pemicu kejadian di Banten International Stadium (BIS), Serang, Banten pada Sabtu 17 Oktober 2026 lalu.

Dalam pertandingan tersebut, Persita sukses mengamankan kemenangan dengan skor tipis 3-2 atas Persija. Namun, laga nan berjalan sengit itu sempat terganggu setelah kericuhan suporter membikin babak kedua tertunda sekitar 30 menit.

Aditya mengaku berada di letak ketika kejadian tersebut terjadi. Dia menyebut sekelompok orang berkaos putih diduga memprovokasi The Jakmania dengan memasuki tribun dan mengambil spanduk.

“Ketika babak pertama selesai, di sentelban ring 1 Banten International Stadium itu memang ada provokasi dari gerombolan orang nan berkaos putih. Mereka masuk ke tribun lampau itu melakukan provokasi ke arah teman-teman Jakmania dan mereka mengambil spanduk,” kata Aditya kepada awak media, termasuk Okezone di Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026 kemarin.

Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra (Cikal Bintang) Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra (Cikal Bintang)

1. Pemicu Emosi Massa

Menurut Aditya, tindakan tersebut memancing reaksi dari suporter nan berada di tribun. Dia menilai provokasi nan menyentuh nilai diri dapat memicu kemarahan di tengah suasana pertandingan nan sudah berjalan panas.

“Jadi intinya adalah kita disulut, diprovokasi, dan Suporter itu kan seperti kuali panas. Ketika ada provokasi sedikit segala macam, nan di bawah ini kan (mikirnya) nilai diri sebenarnya," tutur Aditya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑