Sleman Peringkat 2 Kabupaten dengan Creative Financing Terbaik se-Jawa Bali

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Sleman Peringkat 2 Kabupaten dengan Creative Financing Terbaik se-Jawa Bali Bupati Sleman, Harda Kiswaya (kiri).(MI/Agus Utantoro)

PEMERINTAH Kabupaten Sleman sukses mengukuhkan posisinya sebagai salah satu wilayah dengan tata kelola finansial paling inovatif di Indonesia. Sleman sukses meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali dengan menduduki ranking kedua untuk kategori Creative Financing (Pembiayaan Kreatif) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam aktivitas apresiasi nan berjalan di Hotel Marriott Yogyakarta, Depok, Sleman, pada Kamis (4/6) malam. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan Sleman dalam mengoptimalkan sumber daya lokal untuk membiayai pembangunan wilayah secara mandiri.

Mengenal Indikator Creative Financing di Kabupaten Sleman

Kategori Creative Financing menilai sejauh mana Pemerintah Daerah bisa menciptakan terobosan dalam pembiayaan pembangunan di luar skema konvensional. Berdasarkan penilaian Kemendagri, Kabupaten Sleman unggul dalam beberapa aspek strategis, antara lain:

  • Inovasi Pajak dan Retribusi: Digitalisasi sistem pemungutan nan meningkatkan transparansi dan pendapatan daerah.
  • Pengelolaan BUMD dan BLUD: Efektivitas Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Layanan Umum Daerah dalam memberikan kontribusi ekonomi.
  • Skema KPDBU: Kemampuan menjalin Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha untuk proyek prasarana strategis.
  • Optimasi Barang Milik Daerah: Pemanfaatan aset wilayah agar mempunyai nilai ekonomi tinggi.
  • Pemanfaatan CSR: Kolaborasi sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility untuk program kesejahteraan.

Selain aspek inovasi, konsistensi opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan tata kelola finansial berbasis digital menjadi poin tambahan nan memperkuat posisi Sleman di ranking kedua se-Jawa Bali.

Bupati Harda Kiswaya: Target Sleman Berdikari Secara Finansial

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, nan menerima langsung penghargaan tersebut mengaku bangga atas dedikasi seluruh jejeran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sleman. Ia berambisi penghargaan ini tidak membikin sigap puas, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Terima kasih untuk teman-teman semuanya nan telah bekerja dengan keras. Bagaimana tata kelola finansial di Kabupaten Sleman terus kita tingkatkan, sehingga keahlian wilayah untuk membangun wilayah dengan kekuatan sendiri semakin kuat. Harapannya, suatu hari kelak Sleman bisa berdikari dari sisi keuangan,” ujar Harda usai acara.

Apresiasi dari Mendagri Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan corak reward resmi dari pemerintah pusat. Tito menekankan bahwa Kemendagri tidak hanya memberikan hukuman alias teguran bagi wilayah nan melanggar, tetapi juga memberikan apresiasi bagi nan berprestasi.

"Kali ini kita berikan apresiasi agar imbang. Harapannya, langkah ini dapat memperkuat budaya kinerja, memicu motivasi, serta memunculkan suasana kompetitif nan sehat antar daerah,” ungkap Tito.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, serta para kepala wilayah dari seluruh wilayah Jawa dan Bali.

Dengan prestasi ini, Kabupaten Sleman diharapkan menjadi role model bagi kabupaten/kota lain dalam perihal kemandirian fiskal dan produktivitas pembiayaan pembangunan di masa depan. (AU/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑