Taufik Fajar
, Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |19:32 WIB

WK Rokan (Foto: Okezone)
JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mendorong peningkatan produksi migas nasional, salah satunya melalui optimasi teknologi di lapangan. Upaya nan saat ini gencar dikampenyakan berbareng K3S adalah program Triple 100 (100 sumur eksplorasi, 100 multi-stage fracturing/multi-layer fracturing, dan 100 tambahan sumur pengembangan).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, melakukan kunjungan kerja ke proyek sumur Multi Stage Fracturing (MSF) BLSE-050 di lapangan Balam South East nan dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Riau.
Rikky menegaskan bahwa penerapan teknologi MSF menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi lapangan migas, termasuk lapangan nan telah berumur dan mempunyai kualitas reservoir rendah (low quality reservoir) dan persediaan yg tetap cukup besar.
“Program MSF ini merupakan salah satu upaya nyata untuk meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan low quality reservoir. Melalui teknologi ini, kita dapat membuka jalur aliran minyak nan sebelumnya susah diproduksikan, sehingga potensi nan ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat berjuntai pada sinergi nan kuat antara SKK Migas dan kontraktor perjanjian kerja sama (KKKS), service provider serta support operasional nan memadai.
“Kami terus mendorong percepatan penyelenggaraan program ini dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, efisiensi biaya, dan keandalan operasi. Kami juga memastikan support peralatan, percepatan pembebasan lahan, serta penguatan kapabilitas operasional agar sasaran 15 sumur MSF di tahun 2026 dapat tercapai dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional,” tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·