Jakarta, CNN Indonesia --
Pelajar, APK (17) ditemukan tewas usai tertemper kereta api di perlintasan rel Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo mengatakan pihaknya menerima info dari penduduk mengenai kejadian tersebut pada Kamis (15/10) pagi. Atas info tersebut, pihaknya kemudian mendatangi letak untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi.
"Benar, peristiwa itu pagi tadi. Jenazahnya sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Natar Medika," katanya mengutip detikcom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menuturkan, berasas keterangan saksi, korban terlihat melangkah dari arah Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Haduyang menuju perlintasan rel kereta api sekitar pukul 08.00 WIB.
"Jadi berasas keterangan saksi, korban ini sempat menegur salah satu saksi dengan mengatakan, 'Mbak', sebelum akhirnya terjadi peristiwa tersebut," jelasnya.
Terkait identitas, Budi menerangkan korban awalnya belum diketahui. Saat ditemukan, korban mengenakan seragam sekolah salah satu SMA Negeri.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Metro Timur untuk menelusuri identitas korban melalui pihak sekolah. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui korban memang pernah berguru di SMA Negeri 4 Metro, tetapi telah pindah ke SMA di Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur.
"Berdasarkan info sekolah, korban berinisial APK. Korban tercatat sebagai pelajar nan berdomisili di wilayah Sukodadi Pasar, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur," ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut tetap memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/dal)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·