Siswa MAN 3 Padang nan diduga meledakkan peledak di sekolah belajar merakit peledak dari internet. Ledakan diduga peledak rakitan itu terjadi di lingkungan sekolah pada Selasa (14/7).
"Dia mempelajari lewat internet, YouTube, kita mempelajari seperti itu," Kapolresta Padang, Kombes Pol. Apri Wibowo kepada wartawan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, siswa berinisial R, nan duduk di kelas XII itu diduga nekat melakukan aksinya lantaran menyimpan dendam akibat menjadi korban perundungan atau bullying.
Hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan bahwa tindakan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati nan telah lama dipendam pelaku.
Bom rakitan itu diduga sengaja dibuat untuk melukai kawan nan selama ini diduga melakukan perundungan terhadap dirinya. "Bom rakitan itu diduga sengaja diledakkan untuk mencelakai temannya nan sering membully dirinya," ungkap Apri.
R mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di bangku kelas IX.
Adapun ledakan terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Ledakan nan cukup keras berasal dari dalam laci meja di salah satu ruang kelas bagian luar sekolah.
"Alhamdulillah, setelah kami lakukan pengecekan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Apri.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah peralatan bukti nan diduga berangkaian dengan rencana tindakan pelaku. Di dalam tas milik R ditemukan sebuah ketapel, kelereng, serta bahan nan diduga merupakan peledak rakitan.
Polisi menyebut satu peledak rakitan telah meledak, sementara satu lainnya tetap ditemukan dalam kondisi utuh dan sekarang diamankan sebagai peralatan bukti.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·