Achmad Al Fiqri
, Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |22:41 WIB

Ferdinand Hutahean (Foto: Tangkapan layar iNewsTV)
JAKARTA - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ferdinand Hutahaean, meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mencuci tangan mengenai pernyataan bahwa dirinya tak pernah mendukung maupun menandatangani revisi UU KPK. Ferdinand apalagi memutar pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, nan membeberkan dugaan skenario revisi UU KPK.
Hal itu disampaikan Ferdinand dalam program Rakyat Bersuara berjudul "Rapor Merah Antikorupsi, Perlu Taring KPK Lama?" nan disiarkan iNews TV, Selasa (24/2/2026).
Ferdinand memaparkan sejumlah perihal nan menurutnya menunjukkan adanya upaya revisi UU KPK pada era Jokowi. Ia merujuk pada keterangan Hasto dalam sebuah video.
"Iya, nan saya sampaikan itu, Bang Aiman, adalah pernyataan Bung Hasto, Sekjen PDI Perjuangan, ketika beliau dikriminalisasi. Karena, ini ada videonya," ungkap Ferdinand.
Ferdinand kemudian memutar rekaman video nan menampilkan Hasto menjelaskan dugaan upaya revisi UU KPK. Dalam video tersebut, Hasto mengaku pernah menerima seorang menteri pada era Jokowi nan menyampaikan telah mendapat pengarahan untuk merevisi UU KPK.
"Saya menerima salah seorang menteri dan beliau mengatakan kepada saya bahwa sudah mendapatkan pengarahan dari Presiden Jokowi untuk melakukan revisi Undang-Undang KPK," ucap Hasto dalam video nan diputar Ferdinand.
Hasto menyebut, menteri tersebut memaparkan sejumlah pasal krusial nan bakal diubah dalam revisi UU KPK, termasuk patokan nan membikin ketua lembaga antirasuah tidak dapat merangkap sebagai penyidik, nan dinilai berpotensi melemahkan independensi penyidik.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·