Singapura tetap menjadi negara asal penanaman modal asing (PMA) terbesar di Indonesia pada Semester I 2026. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat investasi dari Negeri Singa mencapai USD 8,8 miliar, disusul Hong Kong USD 7,6 miliar, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) USD 3,9 miliar, Jepang USD 1,9 miliar, dan Amerika Serikat USD 1,7 miliar.
Lima negara tersebut menyumbang 77,8 persen dari total investasi asing nan masuk ke Indonesia selama Januari-Juni 2026.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, meski bumi tetap dibayangi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi, komitmen penanammodal asing untuk menanamkan modal di Indonesia tetap terjaga.
“Boleh kami sampaikan sedikit bahwa memang di tengah tetap tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini komitmen dari para penanammodal untuk berinvestasi langsung di Indonesia alias foreign direct investment ini tetap in line dengan sasaran nan dicanangkan,” kata Rosan dalam konvensi pers di Istana Negara, Kamis (16/7).
Namun, peta investasi asing mulai bergeser pada kuartal II 2026. Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, Hong Kong menjadi penanammodal asing terbesar di Indonesia, menggeser Singapura.
Pada periode April-Juni 2026, investasi dari Hong Kong mencapai USD 5,5 miliar. Di bawahnya terdapat Singapura sebesar USD 4,2 miliar, Tiongkok USD 1,7 miliar, Jepang USD 0,9 miliar, dan Malaysia USD 0,7 miliar.
Rosan menjelaskan, lonjakan investasi tersebut terjadi lantaran perusahaan-perusahaan asal China lebih garang menanamkan modal melalui Hong Kong.
“Nah, ini nan saya sampaikan, rupanya dalam kuarter kedua ini untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, China investasinya lebih garang melalui Hong Kong sehingga tempat pertama dari investasi di kuarter kedua ini ditempati oleh Hong Kong dengan 5,5 miliar, Singapura 4,2 miliar, Tiongkok 1,7 miliar, Jepang 0,9 miliar, dan Malaysia 0,7 miliar,” ujarnya.
Meski terjadi perubahan pada kuartal II, secara kumulatif Semester I 2026 posisi Singapura tetap menjadi penanammodal terbesar Indonesia.
Rosan menambahkan pemerintah terus menjaga suasana investasi melalui penyederhanaan izin dan peningkatan kepastian perizinan. Menurutnya, langkah tersebut membikin penanammodal tetap optimistis terhadap prospek investasi di Indonesia.
Secara keseluruhan, realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun alias tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year on year/yoy). Nilai tersebut telah memenuhi 49,5 persen dari sasaran investasi tahun ini sebesar Rp 2.041,3 triliun.
Dari total tersebut, PMA berkontribusi Rp 507,6 triliun alias 50,2 persen dari total investasi, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 502,9 triliun alias 49,8 persen. Investasi itu juga menyerap 1.448.862 tenaga kerja alias naik 15 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
Selain itu, investasi di sektor hilirisasi terus meningkat. Pada Semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun alias 29,7 persen dari total investasi nasional, tumbuh 6,9 persen dibandingkan tahun lalu.
Investasi hilirisasi tetap didominasi sektor mineral senilai Rp 206,5 triliun, diikuti perkebunan dan kehutanan Rp 54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp 35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp 3,8 triliun.
Dari sisi wilayah, 75,7 persen investasi hilirisasi berada di luar Jawa dengan nilai Rp 227,3 triliun, sementara berasas sumber modal didominasi PMA sebesar Rp 212,8 triliun dan PMDN Rp 87,3 triliun.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·