Agustina Arumsari(Doc Antara)
MENTERI Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo Subianto mengangkat Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN nan baru menggantikan Lodewijk Pusung pada Selasa (2/6) malam.
Penunjukan tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola, utamanya pengawasan dan akuntabilitas finansial dari penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Agustina sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mendampingi Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.
Pada Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Agustina sebagai Wakil Kepala BPKP. Pengangkatan tersebut mencatatkan sejarah lantaran untuk pertama kalinya sejak BPKP berdiri pada 1983 lembaga itu mempunyai posisi wakil kepala.
Agustina menempuh pendidikan Diploma III dan Diploma IV di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), masing-masing diselesaikan pada 1992 dan 1998. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Indonesia dan lulus pada 2014.
Selain pendidikan formal, dia mempunyai sejumlah sertifikasi ahli nan memperkuat kompetensinya di bagian audit, investigasi, dan manajemen risiko.
Beberapa di antaranya adalah Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE), serta Certified Internal Audit Executive (CIAE).
Ia juga mengantongi sertifikasi manajemen akibat seperti CRP, CREL, CGRE, dan FRMP. Agustina dikenal sebagai birokrat pekerjaan nan tumbuh dari internal BPKP.
Ia mengawali perjalanan ahli sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat. Seiring waktu, dia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis nan berangkaian dengan investigasi dan pengawasan finansial negara.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP, Agustina pernah menjadi Direktur Investigasi BUMN dan BUMD (2017); Direktur Investigasi III (2019); serta Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi (2020-2025).
Pengalamannya di bagian investigasi membikin Agustina kerap terlibat dalam penghitungan kerugian negara pada sejumlah perkara korupsi besar.
Salah satu nan mendapat perhatian publik adalah keterlibatannya dalam penyampaian hasil penghitungan kerugian negara pada kasus korupsi tata niaga timah kepada Kejaksaan Agung pada 2024.
Dengan kedudukan tersebut, Agustina menjadi salah satu figur sentral dalam penguatan sistem pengawasan internal pemerintah dan pengawalan program-program prioritas nasional.
Sepanjang 2025, dia beberapa kali memimpin pelantikan pejabat di lingkungan BPKP sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi.
Pada September 2025, dia melantik 97 pejabat dari beragam jenjang kedudukan dan menekankan pentingnya integritas serta profesionalisme dalam menjalankan tugas pengawasan.
Ia juga aktif menyuarakan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam pengawasan proyek strategis pemerintah.
Dalam Konferensi Internasional Perkumpulan Ahli Dewan Sengketa 2025, Agustina menegaskan bahwa kerjasama antarpemangku kepentingan merupakan aspek krusial untuk memastikan proyek-proyek prioritas nasional melangkah transparan dan akuntabel.
Pada akhir 2025, Agustina kembali memimpin pelantikan pejabat BPKP sebagai bagian dari langkah memperkuat kapabilitas pengawasan lembaga tersebut.
Pengalamannya selama puluhan tahun di bagian audit, investigasi, pengawasan keuangan, dan manajemen akibat dinilai menjadi modal krusial untuk memperkuat tata kelola Program MBG. (Ant/Z-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·