Ekspor minyak mentah Venezuela meningkat untuk 3 bulan berturut-turut hingga melampaui 1 juta barel per hari pada April 2026, setelah penggulingan eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dengan kombinasi tangan Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (2/5), ekspor Venezuela telah pulih dengan sigap sejak AS mengambil langkah untuk mengendalikan penjualan minyak negara tersebut awal tahun ini.
"Ekspor pada April 2026 melonjak menjadi 1,16 juta barel per hari, level tertinggi dalam tujuh tahun dan dua kali lipat dari level nan terlihat pada akhir tahun lalu," tulis laporan Bloomberg seperti nan dikutip kumparan, Sabtu (2/5).
Sementara itu, produksi minyak Venezuela mendekati 1 juta barel per hari pada Maret, tertinggi sejak 2019, lantaran pelonggaran hukuman AS memungkinkan kembalinya aliran impor pengencer nan stabil, nan dibutuhkan untuk mengangkut minyak kental melalui pipa, ke negara tersebut, sehingga memungkinkan produksi meningkat.
Impor bahan baku tersebut naik menjadi nyaris 5 juta barel pada April, naik dari 4,5 juta barel dari bulan sebelumnya.
Kilang-kilang di India menjadi pembeli terbesar minyak Venezuela, mengisi kekosongan nan ditinggalkan oleh China, nan belum membeli kargo apa pun sejak jatuhnya Maduro.
Produsen bahan bakar AS meningkatkan impor, sebagian lantaran produksi Venezuela nan lebih tinggi membikin harganya lebih murah meskipun perang Iran membikin nilai dunia tetap tinggi.
AS mengimpor nyaris 407.000 barel per hari pada April, 16 persen lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Chevron Corp, operator lapangan minyak swasta terbesar di negara itu, berencana untuk meningkatkan produksi hingga setengahnya dalam dua tahun menggunakan duit tunai nan dihasilkan dari operasi lokalnya.
Perusahaan tersebut mempertimbangkan investasi lebih lanjut setelah Venezuela melunasi utang sebesar USD 1,5 miliar, nan dapat terjadi paling sigap tahun depan, kata CEO Mike Wirth dalam konvensi pers keahlian finansial pada Jumat.
Perusahaan minyak raksasa ini memproduksi sekitar 250.000 barel per hari melalui upaya patungan dengan Petroleos de Venezuela SA. Repsol SA dari Spanyol , nan memproduksi nyaris 45.000 barel setara minyak setiap hari di Venezuela.
Mereka mengatakan bahwa jika kondisi nan tepat terpenuhi, mereka dapat meningkatkan produksi minyak sebesar 50 persen dalam 12 bulan, dan meningkat tiga kali lipat dalam tiga tahun.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·