Sesepi Ini Pasar Pondok Labu Kini, Pembeli Bisa Dihitung Jari

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta -

Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, sedang menghadapi masa sepi. Di dalam pasar tiga lantai itu, banyak gerai nan tutup dan pintunya bergembok. Sementara lapak nan tetap buka pun tak banyak didatangi pembeli. Sampai siang hari, aktivitas jual-beli di pasar tersebut nyaris tak terasa.

Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (21/9/2026), pasar ini sebenarnya berada di letak nan strategis untuk menarik pelanggan, di persimpangan antara Jl. Margasatwa Raya dengan Jl. PD. Labu Raya. Sebab di area luar pasar, aktivitas lampau lintas terlihat tetap dipadati pikulan umum, truk pengangkut, hingga kendaraan pribadi.

Sayang, kebanyakan kendaraan nan melintas ini hanya sekadar lewat, dan nyaris tidak ada nan memilih masuk ke area pasar. Sejak pagi hingga pukul 12.00 WIB, Cuma ada segelintir mobil dan motor nan masuk berkunjung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masuk ke area koridor pasar, ada banyak akses tangga turun menuju basement alias tangga naik menuju lantai dasar. Di area ini visitor disuguhi deretan toko nan menjual banyak produk, mulai dari emas dan perhiasan hingga busana dan produk kecantikan.

Lalu saat memasuki area basement pasar lebih dalam, banyak rolling door tertutup rapat dan terkunci. Pakaian, tas, dan perabotan hanya menggantung di beberapa perspektif lorong sempit. Tak tersentuh pembeli.

Pasar Pondok LabuPasar Pondok Labu Foto: Ignacio Geordy Oswaldo

Di lantai dasar jumlah toko nan buka lebih banyak, tapi suasana tetap sepi. Sebab sampai siang hari ini, jumlah pembeli nan lampau lalang sangat jarang terlihat.

Naik satu lantai lagi ke area paling tinggi di gedung pasar, banyak lapak makanan dan gerai produk segar seperti buah dan sayur, hingga daging di tengah lantai. Namun di sekelilingnya, pintu-pintu gerai tetangga juga sudah banyak nan gulung tikar dan terkunci.

Di lantai ini pun jumlah visitor nan datang juga bisa dihitung dengan jari. Membuat suasana Pasar Pondok Labu secara keseluruhan sangat sunyi meski tetap banyak pedagang nan bertahan.

"Kondisi pasar ya sudah lumayan parah. Parahnya dari sebelum pandemi sudah terasa. Malah jika dari waktu pandemi, kita kan disuruh tutup ya, jadi kita kucing-kucingan buka toko, itu tetap dapat malah," ujar salah seorang pedagang produk kecantikan, Farid.

"Sekarang sudah terbuka kayak gini, malah nggak ada nan datang sama sekali. Lihat saja ini dari tadi nggak ada nan lewat, paling hanya pedagang-pedagang lain nan lewat untuk ke belakang," jelas Farid lagi nan membuka gerai di bagian dalam lantai dasar pasar.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance