Sering Dikira Ambeien, Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Tak Boleh Diabaikan

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Sering Dikira Ambeien, Kenali Gejala Kanker Usus Besar nan Tak Boleh Diabaikan Ilustrasi(Magnific)

KANKER usus besar alias kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker nan tetap menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya, penyakit ini sering kali susah dikenali sejak awal lantaran gejalanya mirip dengan beragam gangguan pencernaan lain, termasuk ambeien alias wasir.

Tidak sedikit penderita nan menganggap keluhan seperti buang air besar berdarah, sakit perut, alias perubahan pola buang air besar sebagai masalah pencernaan biasa. Akibatnya, kanker baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut dan menyebar ke organ lain.

Berdasarkan info Globocan 2022, kanker usus besar menempati urutan keempat kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker serviks. Tahun tersebut tercatat sebanyak 35.676 kasus kanker usus besar, dengan 19.255 kasus berhujung dengan kematian.

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif Mitra Keluarga, dr. Suijanta Kartadinata, menjelaskan kanker usus besar pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan indikasi nan khas. "Pada fase awal kanker usus besar biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala bakal mulai terlihat alias terasa pada fase lanjut," ujar dr. Suijanta dikutip dari laman RS Mitra Keluarga.

Ciri-Ciri Kanker Usus Besar

Salah satu indikasi nan paling sering menimbulkan kesalahpahaman adalah keluarnya darah saat buang air besar. Banyak orang langsung menganggap kondisi tersebut sebagai ambeien, padahal bisa menjadi tanda adanya kanker usus besar.

Selain BAB berdarah, kanker usus besar juga dapat ditandai dengan beragam keluhan lain, seperti:

  • Nyeri alias kram pada perut.
  • Perut terasa kembung dan sering bergas.
  • Diare nan berjalan terus-menerus.
  • Sembelit berkepanjangan.
  • Perubahan corak tinja menjadi lebih kecil, tipis, alias encer dari biasanya.
  • Muncul rasa mau buang air besar terus-menerus meski sudah selesai BAB.
  • Tubuh mudah lelah.
  • Wajah terlihat pucat akibat anemia.
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab nan jelas.

Darah pada tinja akibat kanker usus besar dapat membikin feses berwarna cokelat tua hingga hitam. Namun, pada beberapa kasus, darah juga bisa tampak merah terang keluar melalui dubur sehingga sering disangka sebagai indikasi wasir.

Pada stadium nan lebih lanjut, penderita juga dapat mengalami nyeri perut nan semakin berat dan penurunan berat badan nan signifikan. Jika kanker telah menyebar ke organ lain seperti hati, penderita apalagi bisa mengalami penyakit kuning.

Pada wanita, kanker usus besar juga dapat menimbulkan indikasi tambahan berupa nyeri saat menstruasi, anemia selama masa haid, hingga siklus menstruasi nan tidak teratur.

Faktor Risiko nan Perlu Diwaspadai

Menurut dr. Suijanta, style hidup menjadi salah satu aspek krusial nan dapat meningkatkan akibat kanker usus besar. "Faktor akibat kanker usus besar bisa beragam, mulai dari style hidup, misalnya jarang olahraga, merokok, konsumsi alkohol, itu bisa jadi aspek nan menyebabkan sel kanker tumbuh. Apalagi jika di atas usia 50 tahun, wajib waspada," kata dia.

Selain aspek usia dan style hidup, beberapa kondisi lain nan dapat meningkatkan akibat kanker usus besar meliputi riwayat family dengan kanker kolorektal, riwayat polip usus, penyakit radang usus kronis seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, obesitas, diabetes, serta pola makan nan tinggi konsumsi daging merah.

Faktor genetik tertentu seperti Familial Adenomatous Polyposis (FAP) dan Sindrom Lynch juga diketahui dapat meningkatkan akibat seseorang mengalami kanker usus besar.

Berawal dari Polip nan Berkembang Menjadi Kanker

Menurut American Cancer Society (ACS), penyebab pasti kanker usus besar belum diketahui. Namun, penyakit ini sering kali diawali oleh munculnya polip pada tembok bagian dalam usus besar.

Polip merupakan pertumbuhan jaringan nan umumnya berkarakter jinak. Meski demikian, beberapa jenis polip, terutama polip adenomatosa, dapat berkembang menjadi kanker andaikan tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Kanker terjadi ketika terdapat perubahan alias mutasi pada DNA sel nan membikin sel tumbuh secara tidak terkendali. Seiring waktu, sel kanker dapat membentuk tumor galak dan menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah maupun sistem getah bening.

Proses penyebaran tersebut dikenal sebagai metastasis dan menjadi salah satu argumen kenapa kanker usus besar nan terlambat terdiagnosis condong lebih susah diobati.

Kenali Gejala Sejak Dini

Karena gejalanya sering menyerupai ambeien maupun gangguan pencernaan lainnya, masyarakat disarankan tidak mengabaikan keluhan nan berjalan terus-menerus, terutama BAB berdarah, perubahan pola buang air besar, nyeri perut berkepanjangan, serta penurunan berat badan tanpa karena nan jelas.

Pemeriksaan medis sedini mungkin dapat membantu mendeteksi kanker usus besar pada tahap awal, ketika kesempatan keberhasilan pengobatan tetap jauh lebih tinggi. Oleh lantaran itu, mengenali tanda-tanda kanker usus besar sejak awal menjadi langkah krusial untuk mencegah penyakit berkembang ke stadium nan lebih berat. (RS Mitra Keluarga/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia