Keterangan foto: Polisi berbareng penduduk melakukan pertimbangan terhadap korban merupakan Rosyanto, perangkat Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. (MI/Akhmad Safuan)
SEORANG perangkat desa nan menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Pemerintah Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, ditemukan tewas di area persawahan dengan kepala terbenam di dalam lumpur. Korban bernama Rosyanto, 57 nan diduga dibunuh.
Pemantauan Media Indonesia, Selasa (28/7) pagi, penduduk Kabupaten Pekalongan digegerkan dengan penemuan jenazah Perangkat Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Pekalongan, Rosyanto (57) di area persaawahan desa tersebut dalam kondisi mengenaskan terlentang dan kepala terbenam di dalam lumpur.
Polisi melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara di letak kejadian. Polisi juga mengevakuasi korban ke RSUD Kraton Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan sekaligus identifikasi korban, juga menyelidiki serta mendalami untuk mengungkap penyebab kematian korban.
"Say baru mengetahui pada pagi sekitar pukul 07.21 WIB, setelah diberitahukan penduduk adanya penemuan mayit di sawah," kata Kepala Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Pekalongan Muhroji Selasa (28/7).
Ketika sesampai di letak kejadian, ungkapan Muhroji, penduduk kaget lantaran korban dalah perangkat desa nan menjabat Kepala Seksi Pemerintahan berjulukan Rosyanto.
"Saya berjumpa terakhir Senin (27/7) di instansi desa pada pukul 13.00 WIB, saya pergi ke luar instansi dan korban terlihat tetap bekerja di dalam kantor," tambahnya.
Kepala Satuan Reskrim Polres Pekalongan AKP Fauzi Surya Chandra mengatakan setelah penyelidikan, petugas sukses mengungkap kasus tersebut merupakan pembunuhan.
"Setelah dilakukan penyelidikan, sekitar pukul 11.00 WIB kami mengamankan satu orang berinisial D, penduduk Kalipancur beserta sejumlah peralatan bukti berupa batu, busana nan digunakan saat kejadian dan lainnya ditemukan di tempat kejadian perkara," ujar Fauzi Surya Chandra.
Guna mendalami kasus ini, kata Fauzi, penyidik tetap melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku antara lain menggali kronologi kejadian dan mengumpulkan perangkat bukti tambahan. Dari hasil penyelidikan sementara, korban maupun terduga pelaku tidak mempunyai hubungan keluarga.
Pelaku dan korban disebut telah saling mengenal cukup lama, lantaran korban kerap menitipkan sepeda motornya di rumah pelaku sehingga intensitas pertemuan mereka cukup sering.
"Dugaan sementara motifnya lantaran sakit hati, pelaku mengaku jengkel lantaran sering disuruh-suruh oleh korban," imbuhnya.
Fauzi menyebut pembunuhan tersebut memperkirakan terjadi pada Senin (27/7) malam sekitar pukul 22.00 hingga 24.00 WIB, perihal itu juga didasarkan pada keterangan sejumlah saksi nan memandang aktivitas korban saat hendak mengecek kolam ternak lele miliknya. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·