Angka 300 ribu unit bukan sekadar seremoni pencapaian jumlah produksi mobil niaga Isuzu di pabrik mereka di Karawang, Jawa Barat. Perusahaan memaknai lebih dalam tentang kekuatan manufaktur dan dampaknya terhadap industri otomotif lokal.
Ini disampaikan oleh Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Rian Erlangga nan menyebut euforia tersebut menjadi momen nan tepat untuk konsentrasi meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Kami sangat konsentrasi ke TKDN. Bahkan adalah brand satu-satunya nan semua kendaraan komersilnya punya sertifikat TKDN, lampau kita sampaikan juga beberapa planning investasi kita," buka Rian di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7).
Itu dibuktikan saat Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI, Setia Diarta nan secara simbolik menyerahkan sertifikasi TKDN kepada pihak IAMI saat seremoni produksi ke-300 ribu unit.
"Hari ini tercatat di Isuzu mempunyai 33 sertifikat TKDN dengan rentang lumayan tinggi di atas 62 persen. Ini merupakan capaian luar biasa dan salah satu pionir dalam industri otomotif nan melakukan komitmen penggunaan komponen dalam negeri," kata Setia mengapresiasi.
Lanjut Rian, prestasi tersebut tak terlepas dari support pemerintah dan penerimaan pasar terhadap produk Isuzu nan dinilainya sangat baik. Sehingga pihaknya terus berkomitmen berkontribusi dalam pengembangan manufaktur otomotif nasional.
"Ya tentunya ada dua hal, pertama aspek perkembangan ekonomi itu sendiri dan nan kedua adalah support pemerintah. Jadi kami berambisi support pemerintah terhadap pelaku-pelaku sektor otomotif Indonesia," paparnya.
Dijelaskan lebih rinci, Engineering and Production Director IAMI Rodko Purba menambahkan setiap lini produk Isuzu nan telah dirakit lokal meliputi Elf, Traga, dan Giga, serta produk UD Trucks sudah mempunyai TKDN nan tinggi.
"Berbicara TKDN itu lebih kurang 62,5 persen. Saat ini kita ada jenis Elf itu ada 4 dan 6 ban, itu lebih kurang range-nya lantaran ada banyak sekali jenis di rentang 47-49 persen. Sedangkan Giga itu nyaris menyentuh 50 persen," terangnya.
"Jadi Elf lebih kurang nyaris 50 persen dan tahun depan bakal kita coba calculate lantaran tetap sekali lagi isu-isu sangat konsentrasi ke lokalisasi. Jadi memang kita ada beberapa upaya gimana caranya agar lokal konten naik kembali," ungkap Rodko soal target.
Seluruh kendaraan nan lahir dari Isuzu Karawang Plant telah menyasar pasar ekspor ke beragam negara. Aktivitas pengiriman ke luar negeri itu pertama kali dilakukan pada 2019, sudah menuju Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama nan termasuk 25 negara tujuan.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·